fbpx
Connect with us

Politik

Cerita Anggota DPRD DIY Yang Baru Saja Dilantik, Tak Keluar Uang dan Justru Digaji Saat Nyaleg

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Selepas meninggalnya Wahyu Pradana Ade Putra beberapa waktu lalu, terjadi kekosongan satu kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY. Guna mengisi kekosongan ini, kemudian dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD DIY. Adalah Kuntarti Puspandari yang mendapatkan keberuntungan untuk menggantikan posisi Wahyu Pradana Ade Putra. Kuntarti Puspandari sendiri telah dilantik pada Selasa (16/11/2021) kemarin. Sehingga hari ini, Rabu (17/11/2021) merupakan hari pertama mantan guru honorer dan merupakan Sekretaris Pribadi Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih ini menjabat jabatan barunya.

Titik balik karir Kuntarti Puspandari atau yang lebih akrab disapa Ndari ini berawal dari keberaniannya untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai guru honorer mata pelajaran Bahasa Inggris di SD Negeri Wonosari Baru yang telah dilakoninya selama 11 tahun. Pada tahun 2017 silam, dirinya memutuskan terjun total ke dunia politik.

Pada saat itu, Ndari masuk menjadi staf dan pengurus DPC PDI Perjuangan. Ia selalu mengikuti kegiatan partai bersama dengan Ketua DPC PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Jatuh bangun ia rasakan untuk membesarkan partai tanpa adanya ambisi besar apapun. Atas dedikasinya tersebut, pada tahun 2019 lalu, dirinya ditunjuk untuk mencalonkan diri sebagai caleg dapil Gunungkidul untuk kursi DPRD DIY.

Dalam proses kampanyenya mencalonkan diri tersebut, Ndari terhitung sama sekali tak memiliki ambisi besar. Ia bahkan mengaku belum tertarik untuk menjadi anggota dewan. Ndari justru sibuk mengurus administrasi kepartaian daripada mengikuti kegiatan kampanye.

Yang unik, Ndari juga mengaku saat proses pencoblosan, ia bahkan tidak memilih dirinya sendiri. Ketua DPD PDIP DIY, Nuryadi yang juga mencalonkan diri dari dapil Gunungkidul lah yang ia pilih.

“Saya kan bekerja untuk beliau, jadi saya nyoblosnya ya pak Nuryadi. Yang milih saya cuma orang tua saya,” ucap Ndari sembari tertawa.

Tak sepeserpun uang yang ia keluarkan ketika masa kampanye. Ia malah mendapatkan gaji dari Endah Subekti Kuntariningsih. Namun meski demikian, dirinya berhasil mendapatkan suara sekitar 5.000 lebih. Sebuah capaian yang menurutnya sangat mengejutkan lantaran ketika masa kampanye, ia hanya sekedar mengikuti para atasannya maupun sesama caleg DPRD Gunungkidul. Suara Ndari sendiri hanya berada di peringkat empat.

“Saya juga kaget bisa dapat suara sampai 5.000 orang. Saat masa kampanye, saya sekedar ikut untuk membantu kampanye bu Endah dan caleg DPRD Gunungkidul lainnya,” lanjut dia.

“Saya sangat bersyukur atas capaian ini. Tidak bisa mengira bisa duduk menjadi anggota legislatif di tingkat DIY, tentunya saya berterimakasih kepada keluarga dan terkhusus Ketua DPRD Gunungkidul, Ibu Endah Subekti Kuntariningsih, SE, yang telah menjadi guru dan panutan saya selama di dunia politik,” sambung Ndari.

Dirinya mengaku sangat tertantang dan akan menjalankan tugas besar ini. Dirinya berjanji akan mengabdi untuk rakyat Gunungkidul dan DIY, mewakili masyarakat sesuai dengan kemampuannya.

“Bagaimana nanti saya bisa menjalankan tugas dengan baik sesuai tupoksi dan aturan perundang-undangan, setelah pelantikan, saya akan langsung aktif melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Menjadi jembatan aspirasi rakyat, demi tujuan kemajuan dan kesejahteraan,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan bangga atas capaian Ndari yang selama ini selalu ikut terjun dalam segala kegiatan partai, sosial dan kemasyarakatan ini. Dirinya tidak menyangka, bahwa perempuan yang selalu dekat dengannya akan menjabat sebagai anggota dewan di tingkat DIY. Walau begitu, Endah mengaku cukup sedih lantaran dengan jabatan ini, tentu Ndari tak akan bisa lagi membantunya menjalankan ketugasan.

“Tentu saya tidak menyangka, sungguh hal yang sangat luar biasa. Pesan saya semoga amanah bisa membawa, mengawal, dan meralisasikan aspirasi warga Gunungkidul. Jadilah anggota DPRD yang jujur adil dan bijaksana, tegak lurus dan loyal kepada partai,” ucap Endah.

Ketua DPC PDIP Gunungkidul ini juga membenarkan bahwa selama kampanye, Ndari sama sekali tak mengeluarkan uang. Bahkan, lantaran pekerjaannya sebagai staf, Ndari justru mendapatkan gaji darinya. Per bulan, Ndari digaji sebesar 1,5 juta rupiah.

“Saya optimis dia akan menjadi wakil rakyat yang baik. Dia itu menang jujur dan tulus. Dan mungkin dia itu satu-satunya caleg yang tidak punya hutang serupiah pun, karena memang tidak mengeluarkan biaya,” imbuh Endah sembari tersenyum.

“Dia itu waktu kampanye justru kampanye untuk pak Nuryadi, bukan untuk dirinya sendiri,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler