Uncategorized
Cerita Warga Rejosari Gali Dasar Kali Oya untuk Dapatkan Air
Semin,(pidjar.com)— Musim kemarau yang terjadi membuat srjumlah sumber air di Kabupaten Gunungkidul mengering. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga harus membeli air tangki, mengandalkan droping air dari pemerintah atau pihak ketiga. Bahkan ada juga yang kemudian menggali dasar sungai untuk mendapatkan air bersih.
Seperti yang dilakukan oleh Trisnanto, warga di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin. Ia mengatakan terpaksa melakukan penggalian dasar sungai karena pasokan air bersih semakin sulit diperoleh.
Meski saat musim kemarau aliran Kali Oya di wilayah tersebut mengering. Namun, menurutnya, masih terdapat potensi air yang bisa dimanfaatkan dengan cara menggali tanah di bagian dasar atau bantaran sungai.
Trisnanto sendiri sudah beberapa tahun melakukan hal tersebut saat musim kemarau. Ia memilih lokasi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya karena berdasarkan pengalaman, air masih dapat ditemukan setelah tanah digali.
Upaya tersebut bahkan telah dilakukan Trisnanto selama sekitar empat tahun. Air yang diperoleh dari galian di dasar sungai digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama mandi dan mencuci.

“Lokasinya sama, hanya saja kalau musim hujan tertutup lumpur sehingga harus digali lagi agar bisa digunakan,” katanya.
Sedangkan untuk kebutuhan memasak, air minum dan lainnya ia memanfaatkan air sumur bor yang ada di wilayahnya. Selain itu juga memanfaatkan air bantuan yang masuk.
Lebih lanjut ia mengatakan di daerahnya terdapat 2 sumur bor yang dimanfaatkan oleh warga. Tapi saat musim kemarau seperti ini memang air yang keluar tidak maksimal. Satu di antaranya sudah tidak lagi mengeluarkan air. Sementara satu sumur lainnya masih dapat digunakan, tetapi debit airnya terus menurun.
“Yang satu sudah tidak keluar airnya. Sedangkan satu titik lainnya debitnya sudah berkurang. Kalau disedot pagi, airnya sudah habis,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Rejosari, Sunarto, mengatakan bahwa ada 3 padukuhan di kalurahannya merupakan daerah terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih. Pemerintah bersama pihak terkait telah menyalurkan bantuan air untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
“Ada 3 padukuhan yang terdampak kesulitan air bersih yakni Padukuhan Sempu Kidul, Rejosari, dan Banyu,” jelasnya.
Menurutnya bantuan air bersih sudah mulai masuk. Sehingga warga tetap mendapatkan pasokan air bersih, meski memang tidak selancar saat kondisi normal.
Ia menambahkan, jumlah padukuhan terdampak kekeringan mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada 2023. Kala itu, sebanyak delapan padukuhan di wilayah Rejosari mengajukan bantuan air bersih.
“Pada 2023 ada delapan padukuhan yang meminta bantuan air. Setelah ada program sumur bor, sekarang yang mengajukan bantuan air bersih tinggal tiga padukuhan,” ungkap Sunarto.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
