Uncategorized
Dokter Jiwa Terbatas, Gunungkidul Perkuat Penanganan Kesehatan Mental Berbasis Masyarakat
Wonosari, (pidjar.com)- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menghadapi keterbatasan tenaga profesional untuk menangani persoalan kesehatan jiwa. Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul hanya memiliki dua dokter jiwa untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Gunungkidul Musyanto mengatakan keterbatasan tenaga profesional menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kesehatan jiwa. Terlebih, hingga 2026 tercatat 26 kasus bunuh diri di Gunungkidul.
“Kami hanya punya dua dokter jiwa,” kata Musyanto, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat penanganan kesehatan jiwa tidak bisa hanya mengandalkan layanan medis. Dinkes Gunungkidul kemudian memperkuat pendekatan berbasis masyarakat melalui program rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM).
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk mengenali persoalan kesehatan jiwa sejak dini sekaligus memberikan dukungan awal sebelum pasien mendapatkan penanganan tenaga profesional.
Dinkes melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, guru, hingga pemerintah kalurahan. Mereka diberikan pembekalan agar mampu mengenali persoalan kesehatan jiwa yang muncul di lingkungan masing-masing.
“Kami undang empat nakes setiap puskesmas, guru, kaur kesra dalam rangka membentuk RBM,” ujarnya.
Selain RBM, Dinkes Gunungkidul juga membentuk kelompok swabantu yang melibatkan penyandang disabilitas, khususnya penyandang disabilitas jiwa, bersama keluarganya.
Kelompok tersebut menjadi wadah bagi anggota untuk saling bercerita, berbagi pengalaman, serta memberikan dukungan dalam menghadapi persoalan yang mereka alami.
Upaya pencegahan juga dilakukan di lingkungan sekolah. Dinkes mengembangkan pertolongan pertama pada luka psikologis (P3LP) sebagai instrumen penanganan awal terhadap persoalan psikologis.
“P3LP menjadi instrumen utama dalam penanganan pertama psikologi. Jika diperlukan tindak lanjut kemudian diteruskan ke tenaga profesional,” jelasnya.
Di sisi lain, untuk memperluas akses layanan psikologi, Dinkes Gunungkidul menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Saat ini dukungan tenaga dari UGM telah diberikan di empat puskesmas, yakni Puskesmas Wonosari 1, Wonosari 2, Karangmojo 1, dan Karangmojo 2.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul Wanda Abrar menjelaskan dukungan tersebut dilakukan melalui mahasiswa UGM yang sedang menjalani praktik profesi.
“Dari UGM menugaskan mahasiswa kemudian kami fasilitasi,” kata Wanda.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang membutuhkan layanan terlebih dahulu diperiksa oleh dokter umum. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kebutuhan penanganan psikologis, pasien kemudian dibantu tenaga psikologi yang tersedia.
“Kalau ada pasien kita bantu bersama dengan para tenaga kesehatan dari UGM yang sedang praktik profesi,” ujarnya.
Wanda mengatakan kerja sama tersebut dilakukan karena Gunungkidul belum mampu menyediakan layanan psikologi klinis secara khusus di seluruh puskesmas. Karena itu, penguatan jejaring masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses penanganan kesehatan jiwa.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
