Sosial
Ciptakan Benang Berkualitas Mewah, Budidaya Ulat Sutra Dinilai Menjanjikan
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Budidaya ulat murbei banyak dilirik banyak orang mengingat peluang yang dihasilkan cukup menjanjikan. Ulat murbei sendiri merupakan ngengat yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Sebab ulat tersebut mampu menghasilkan serat atau benang sutra yang sangat halus.
Hanya ulat sutra yang memakan daun murbei lah yang dapat menghasilkan serat tipis, halus, lembut dan berkilau. Tak heran jika harga jual kain sutra pun sangat mahal, tidak hanya dari kualitas bahan dasarnya, namun juga proses pembuatan kain sutra yang panjang dan rumit.
Telur ngengat sutra membutuhkan waktu sekitar 10 hari untuk menetas. Ulatnya membentuk kepompong sutra mentah, yang setelah dipintal bisa menghasilkan benang sutra sepanjang 300 hingga 900 meter per kepompong. Seratnya berdiameter sekitar 10 mikrometer.
Sebagaimana umumnya larva/ulat, ulat sutra sangat rakus makan sepanjang siang dan malam sehingga tumbuh dengan cepat. Apabila warna kepalanya sudah menjadi semakin gelap, ulat sutra akan segera berganti kulit/cangkang. Dalam hidupnya, ulat sutra mengalami empat kali ganti kulit, hingga berwarna kekuningan dan lebih ketat, yang menjadi tanda akan segera membungkus diri dengan kepompong.
Sebelum ulat sutra menjadi matang dan keluar dari kepompongnya (kepompong digigiti hingga rusak dan tidak bernilai ekonomi), kepompong tersebut kemudian direbus untuk membunuh ulat sutra dan memudahkan penguraian seratnya. Adapun kupu-kupu dewasa yang dipelihara untuk bibit ulat sutra tidak bisa terbang.

Kepala Desa Banyusoca, Sutiyino mengatakan bahwa petani yang ada di wilayahnya mulai berfikir luas untuk meningkatkan penghasilan keluar dari hasil pertanian palawija. Melihat potensi yang dihasilkan budidaya ulat sutra yang menguntungkan, pihaknya tahun ini berencana untuk mengembangkannya.
"Kita sediakan lahan seluas 7 hektar untuk persediaan pakan ulat sutra," kata Sutiyoni, Minggu (11/02/2018).
Ditambahkannya, saat ini pihaknya sedang berada pada tahap pembentukan kelembagaan. Meskipun belum bisa produksi sutra namun Banyusoca saat ini menjadi suplier pakan ulat di wilayah Kabupaten Bantul.
"Saat ini kita mengirim pakan ke wilayah Mangunan. Di sana sudah mulai produksi," imbuh dia.
Ditambahkannya, pihaknya saat ini telah melakukan pelatihan dan pembinaan kepada para petani yang ada di wilayahnya. Nantinya, selain untuk budidaya, Desa Banyusoca nantinya akan dijadikan wisata edukasi.
"Kita sudah ada petani lebah. Ditambah ulat sutra itu. Kita akan kembangkan sebagai wisata edukasi untuk para pelajar ataupun umum," pungkas dia.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
