Pemerintahan
Curah Hujan Diperkirakan Meningkat Mulai September, Dinas Kirim Surat Edaran Untuk Petani
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai mengeluarkan surat edaran untuk para petani. Adapun isi surat edaran tersebut berkaitan dengan persiapan musim tanam pertama. Dinas sendiri memprediksi, bulan September mendatang akan terdapat beberapa wilayah di Gunungkidul yang turun hujan. Kondisi cuaca yang telah masuk ke musim pancaroba ini tentunya bisa ditindaklanjuti dengan penanaman padi ataupun palawija sesuai dengan kondisi tanah.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, berdasarkan surat dari BMKG per 18 Juli lalu menyebutkan, bulan Agustus ini curah hujan di Gunungkidul di bawah 50 mm. Kemudian pada September mendatang beberapa wilayah seperti Purwosari, Tepus, Girisubo, Rongkop, Ponjong, dan Semin curah hujan akan meningkat dan mencapai 50 mm sampai 100 mm.
Kemudian sisanya dimungkinkan terdapat curah hujan antara 100 mm hingga 150 mm. Barulah di bulan Oktober diprakirakan seluruh kapanewon curah hujan yang terjadi 150 sampai dengan 200 mm. Dengan prakiraan ini, dinas kemudian mengeluarkan surat untuk para petani agar segera mulai menyiapkan lahan untuk aktivitas pertanian.
“Yang pertama kami himbau ke para petani untuk segera memanen ubi kayu yang masih di lahan. Sebagaimana diketahui, Gunungkidul ini kan penghasil ubi kayu, pada musim seperti sekarang banyak lahan yang dimanfaatkan untuk menanam ubi, ini sudah waktunya untuk panen,” terang Raharjo Yuwono, Sabtu (20/08/2022).
Dinas juga menghimbau para petani untuk segera melakukan olah lahan sebagai persiapan musim tanam pertama. Serta juga mulai mencari bibit kualitas baik untuk ditanam saat lahan telah siap. Begitu pula diharapkan petani segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi urea dan NPK di kios kios resmi pupuk bersubsidi sesuai kuota yang dimiliki.

“Untuk musim tanam pertama, mayoritas petani Gunungkidul menanam padi untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan cadangan. Tapi ada juga petani yang menanam palawija. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lahan mereka,” jelasnya.
“Petani Gunungkidul memiliki tradisi ngawu-awu di awal penghujan, untuk antisipasi problem dalam pertanian saat hendak ngawu-awu, kami harapkan petani memperhatikan prakiraan iklim dan pengamatan curah hujan yang ada,” imbuh Raharjo.
Menurut Raharjo, pelaporan saat ini baru ada 5 persen lahan yang telah diolah para petani. Padahal Gunungkidul memiliki puluhan ribu hektar lahan pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menambahkan, pemerintah telah mempersiapkan bantuan benih padi yang mampu mencukupi kebutuhan 2.911 hektare lahan. Rencananya benih bantuan ini akan mulai disalurkan pada September mendatang.
“Untuk bantuan padi ini sudah ada yang disalurkan lebih awal yaitu untuk petani di Kapanewon Girisubo sebanyak 2,125 ton benih yang mampu mencukupi 85 hektare lahan,” terang Rismiyadi.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan memberi bantuan stimulan benih kedelai untuk lahan 399 hektare dan benih jagung untuk laha 1.770 hektare.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized6 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized7 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
