Sosial
Curah Hujan Telah Merata, Petani Mulai Giatkan Penanaman
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) melakukan pantauan di sejumlah titik terkait aktifitas pertanian pada awal musim penghujan ini. Diketahui, hingga akhir tahun 2019 ini para petani di lahan tegalan terpaksa melakukan tambal sulam akibat tanaman yang ditanam saat hujan pertama turun telah mati. Kendati demikian, saat ini tanaman tersebut mulai tumbuh lantaran hujan yang turun cukup merata di wilayah Gunungkidul meskipun curah hujan berbeda di setiap titik.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Raharjo Yuwono mengatakan, saat ini tanaman milik para petani telah terpantau tumbuh. Meski demikian, banyak dari para petani memilih untuk menyulam tanaman mereka.
“Sebagian besar yang di wilayah Gunungkidul bagian selatan disulam (ditanam ulang) tapi sebagian juga ada yang kembali hijau,” kata Raharjo, Jumat (27/12/2019).
Ia menambahkan, tanaman tersebut diperkirakan akan terus bertumbuh lantaran hujan kini sudah cukup merata. Untuk di Gunungkidul, wilayah yang masih minim hujan sampai dengan saat ini adalah wilayah Kecamatan Rongkop.
“Rata-rata jumlah hari hujan 11,1 hari dengan rata-rata per Kecamatan 164.8 mm. Tertinggi di Kecamatan Semin yang mencapai 301 mm dengan 18 hari hujan dan terendah di Rongkop 80 mm dengan 5 hari hujan,” terang dia.

Sementara untuk wilayah tengah dan utara, lanjut Raharjo saat ini sedang memulai musim tanam. DPP sendiri saat ini tengah gencar menyambangi kelompok tani untuk mengejar target luas tambah tanam di Gunungkidul.
“Tim DPP melaksanakan pemantauan dan gerakan tanam padi dan jagung mengejar target yang telah ditetapkan di sisa satu minggu bulan Desember ini,” papar dia.
Sementara itu, Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto menambahkan, pihaknya baru saja melakukan gerakan tanam padi di Karangmojo dengan luas lahan berkisar 40 hektar
“Varietas yang digunakan benih Inpari 42 bantuan pemerintah pusat serta benih padi hibrida. Di sana Poktan (kelompok tani) menyambut baik bantuan benih pemerintah berharap semoga bisa panen nantinya,” beber Bambang.
Secara keseluruhan sampai Kamis 26 Desember 2019 luas tambah tanam padi di Gunungkidul mencapai 41.626 hektar atau 85,2 % dari target 48.825 hektar meliputi luas tambah tanam padi sawah dan padi lahan kering. Terpisah di Kecamatan Patuk tepatnya Desa Terbah, para petani juga giat melaksanakan gerakan tanam mengejar musim tanam.
“Untuk tanaman jagung sampai dengan 26 Desember terlaporkan tertanam 34.877 ha atau 76,2 % dari target. Kita menghimbau agar para petani melaksanakan percepatan tanam terutama di lahan sawah sehingga bisa 100% di bulan Desember 2019,” pungkas dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
