Pariwisata
Curhatan Pengusaha Hotel dan Restoran di Gunungkidul ke Bupati, Mati Suri Selama Pandemi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Dicabutnya status PPKM pandemi Covid-19 oleh pemerintah pusat beberapa waktu yang lalu diharapakan mampu menjadi harapan baru untuk sektar pariwisata. Selepas 2 tahun bak mati suri, dengan kebijakan anyar tersebut dapat mendorong kegiatan wisata serta kebangkitan ekonomi masyarakat.
Ketua Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan, selama 2 tahun kemarin saat pandemi covid19 terjadi seluruh sektor tak terkecuali pariwisata tumbang. Pelaku wisata khususnya pengusaha banyak yang tumbang, berbagai kebijakan telah diterapkan oleh pemerintah harapannya bisa membangkitkan atau bahkan semakin membuat agresif sektor pariwisata.
“Pandemi dampaknya begitu terasa saat itu. Kami tidak memungkiri jika ada rekan di pariwisata yang seolah mati suri, tumbang dan lain sebagainya,” ucap Sunyoto.
Ia mencontohkan saat libur natal dan tahun baru 2023 lalu, estimasi kunjungan wisata mencapai ratusan ribu pengujung. Berkaca pada sebelum pandemi, setiap hari besar kawasan wisata selalu membludak namun ternyata pada akhir tahun kemarin justru kunjungan wisata sangat rendah.


“Estimasi kami membludak seperti sebelum pandemi. Tapi ternyata tidak, kenaikan hanya 10 sampai 20 persen di hari biasa saat covid,” jelasnya.
“Dicabutnya PPKMenjadi harapan baru untuk kami. Mudah-mudahan tahun 2023 ini pariwisata kembali bangkit seperti dulu bahkan lebih maju kembali,” imbuh dia.
Berbagai strategi mulai dilakukan oleh PHRI bersama dengan Dinas Pariwisata Gunungkidul. Promosi obyek wisata mulai digencarkan kembali dengan berbagai metode dan memanfaatkan media sosial, dengan begitu diharapkan banyak yanga mengetahui informasi soal wisata Gunungkidul dan tertarik untuk berkunjung.
“Temen-temen pasti ada strategi tersendiri. Beberapa bulan lagi ada hari besar yakni Hari Raya Idul Fitri, momen tersebut tentu menjadi peluang untuk kebangkitan sektor pariwisata,” jelas dia.
Rabu kemarin, PHRI Gunungkidul merayakan Natal dan Tahun Baru bersama anggota, Dinas Pariwisata, dan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Dalam kesempatan ini dimaksudkan untuk merekatkan hubungan dan menjaga solidaritas serta toleransi antara anggota BPC PHRI Gunungkidul. Tak hanya secara ceremonial, namun juga ada pemberian santunan untuk Sekolah Minggu di Kalurahan Dadapayu serta Panti di Kapanewon Tepus.
“Santunan ini beberapa kali dilakukan, kami dari anggota saweran lah istilahnya untuk berbagi dengan sesama,” ucap dia.
Sementara itu, Bupati Gunungkifil Sunaryanta mengatakan sektor pariwisata merupakan sektor penyumbang PAD terbesar di Kabupaten Gunungkidul. Dirinya tidak menampik jika pandemi membuat ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah mengalami penurunan. Untuk saat ini masa transisi pandemi menjadi endemi diharapkan dimanfaatkan betul untuk membangkitkan sektor pariwisata serta ekomoni masyarakat.
“Tentunya PHRI memiliki peranan besar dalam sektor pariwisata, di masa sekarang yang kebijakan sudah mulai sangat-sangat longgar harus dimandaatkan untuk bisa menggenjot pemulihan ekonomi,” tutup Sunaryanta.
-
Uncategorized6 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized4 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized1 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized3 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
