Sosial
Dampak Kekeringan, Warga Padukuhan Gebang Menggali Tanah di Pinggir Sungai Demi Mendapatkan Air
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Dampak kekeringan yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul saat ini kian meluas. Berbagai upaya dilakukan oleh warga untuk bisa mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Padukuhan Gebang, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar.
Puluhan masyarakat sampai menggali sumur di pinggir sungai agar mendapatkan air bersih dan bisa disalurkan ke rumah-rumah. Kamis (31/08/2023) kemarin, di tengah terik matahari yang begitu menyengat kulit warga Padukuhan Gebang baik laki-laki maupun perempuan melakukan kerja bakti penggalian sumur di pinggir sungai Ngrawu yang berada di daerah mereka. Beberapa bapak-bapak mulai menggali tanah di pinggir sungai dengan alat pertukangan seadanya.
Dukuh Gebang, Agus Bayu mengatakan sejak beberapa bulan terakhir warganya mulai sulit mendapatkan air bersih karena dampak kemarau dan kekeringan. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, ada beberapa yang mengambil air dari sumber-sumber terdekat. Adapula yang harus membeli air dari pihak swasta dengan harga yang lumayan mahal pertangkinya yaitu Rp 150.000 sampai dengan Rp 170.000 sesuai dengan medannya.
Setelah berembuk bersama, disepakati warga akan menggali tanah di pinggiran sungai. Jika airnya keluar maka akan disedot menggunakan pompa air dan disalurkan ke rumah warga agar kebutuhan air mereka tercukupi.


“Kami lakukan upaya ini agar kebutuhan air di daerah kami dapat tercukupi. Jika dari galian belik (sumur) ini keluar mungkin nanti akan disalurkan ke 120 rumah,” papar Agus Bayu.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Purwanto mengatakan sudah ada beberapa belik di sekitar sungai tersebut namun hanya dimanfaatkan beberapa warga saja. Agar semua warga dapat memanfaatkan maka akan dibuat dengan skala lebih besar kembali. Sehingga semua rata.
Sebenarnya ada sumur milik pribadi yang juga dimanfaatkan oleh warga, akan tetapi saat musim kemarau terlebih puncak kemarau seperti sekarang sering kali menyusut dan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan cara ini kebutuhan masyarakat akan air dapat tercukupi,” tutup Purwanto.
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized5 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan7 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized3 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
