fbpx
Connect with us

Sosial

Ratusan Warga Mulusan Mengungsi Pasca Bencana dan Dapur Umum Kesulitan Logistik

Diterbitkan

pada

Paliyan, (pidjar.com)–Posko pusat tanggap bencana puting beliung di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan, mengalami kesulitan mendapatkan komoditi minyak goreng dan sayuran untuk mencukupi kebutuhan dapur umum. Adapun posko ini dibangun pasca bencana untuk mencukupi logistik permakanan relawan dan warga terdampak angin puting beliung. Setiap harinya, di dapur umum Posko Pusat Tanggap Bencana Mulusan ini akan memasak ratusan porsi makanan.

Koordinator Posko Tagana Gunungkidul, Wagiyo, mengatakan, pihaknya mendirikan posko dapur umum selama 3 hari ke depan. Posko dapur umum ini untuk menyediakan logistik permakanan bagi warga terdampak dan juga para relawan. Ia menambahkan, pada awal operasionalnya, posko ini telah mengalami permasalahan berkaitan dengan stok minyak goreng yang mulai menipis seiring dengan penggunaannya setiap hari.

Berita Lainnya  Jelang Perayaan Natal, Tim Penjinak Bom Sisir Sejumlah Gereja di Gunungkidul

“Sekali masak kami menyediakan 600 porsi makanan untuk mencukupi kebutuhan, sehingga kebutuhan minyak gorengnya memang cukup besar,” ucap Wagiyo, Sabtu (12/03/2022).

Biasanya, menu makanan yang dibagikan selain nasi juga lauk pauk seperti telur, sayur dan juga mie goreng. Hanya saja, saat ini mereka masih kekurangan sayuran untuk memasak. Selain itu, kebutuhan yang mendesak saat ini adalah minyak goreng karena kebutuhannya cukup banyak.

“Sekali memasak itu kita menghabiskan minyak 10 liter, dan saat ini cukup sulit untuk mendapatkannya di pasaran,” imbuh Wagiyo.

Stok minyak goreng yang ada saat ini diprediksi hanya dapat digunakan hingga hari berikutnya saja. Jika tidak ada penambahan stok, kemungkinan untuk mencukupi kebutuhan permakanan akan menggunakan mie instan. Ia mengungkapkan jika untuk mencukupi kebutuhan bahan pokok permakanan, saat ini mengandalkan suplai dari BPBD dan masyarakat sekitar yang membantu.

“Ya ini harapannya segera ada penambahan stok, tadi dicek di posko masih ada tapi kurang tahu berapa jumlahnya,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Mulusan, Supodo, mengatakan kejadian bencana puting beliung di Kalurahan Mulusan tidak hanya terjadi pada kali ini saja. Sebelumnya puluhan tahun lalu kejadian serupa pernah terjadi dengan dampak yang lebih merusak dibandingkan saat ini.

Berita Lainnya  Warga Sering Temukan Kondom Bekas, Tenda Camping Pantai Berkembang Jadi Wisata Berbasis Syahwat?

Adapun dampak dari adanya kejadian puting beliung, ratusan warga terpaksa mengungsi di rumah tetangga ataupun saudara yang tidak terdampak bencana. Dari laporan yang ia terima, sebanyak 25 Keluarga Padukuhan Kenteng dan 40 Keluarga di Padukuhan Karangmiri mengungsi.

“Ya rata-rata setiap rumah ada lima orang, tinggal dikalikan saja berarti jumlahnya sekitar 325 orang,” jelasnya.

Terkait dengan kebutuhan pokok permakanan, ia menyampaikan jika Pemerintah Kalurahan Mulusan juga turut memberikan bantuan bahan pokok ke posko tanggap darurat. Selain itu, bantuan bahan pokok juga berasal dari institusi lainnya seperti BPBD Gunungkidul.

“Kalau dari Pemerintah Kalurahan itu sumbernya dari dana desa,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler