Sosial
Laka Bus Maut Murni Karena Human Error, Aparat Bakal Tegaskan Larangan Kendaraan Berat Lalui Tanjakan Bundelan
Ngawen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berselang sehari sejak kejadian kecelakaan tunggal pada Rabu (01/05/2019) siang, bangkai bus pariwisata PO Ary Jaya yang terguling di Tanjakan Bundelan, Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen baru bisa dievakuasi pada Kamis (02/05/2019) siang tadi. Lamanya proses evakuasi bus bernomor polisi AB 7561 AK tersebut lantaran kondisi geografis di sekitar lokasi.
Kanit Laka Lantas Polres Gunungkidul, Iptu Soni Yuniawan mengatakan, proses evakuasi terhadap bangkai bus yang terguling di tanjakan Bundelan sendiri memang cukup berat. Dengan kondisi jalan di mana merupakan tanjakan curam dengan kanan dan kiri sangat curam, tentunya membutuhkan kecermatan sekaligus peralatan yang lengkap dalam proses ini. Ia menceritakan, evakuasi yang dilakukan sempat mengalami penundaan karena kondisi cuaca yang gelap pada Rabu malam.
“Baru bisa kita evakuasi hari ini setelah meminjam peralatan dari pihak lain,” ucap Soni, Kamis sore.
Ia menjelaskan, terjadinya kecelakaan tersebut berdasarkan penyelidikan dari aparat adalah murni karena human error. Sebab, sebenarnya kendaraan dengan tonase lebih dari 3 ton dilarang melintasi jalan yang memiliki tanjakan serta tikungan tajam dan curam itu.
“Berat bus dalam keadaan kosong adalah 4.370 kilogram. Sebenarnya sangat dilarang untuk melintasi jalan ini,” kata dia.

Ia menambahkan, banyaknya kecelakaan yang terjadi di jalan Klaten-Ngawen tersebut menjadi evaluasi jajarannya. Untuk ke depan, sejumlah papan rambu-rambu akan dipasang di jalan sebelum memasuki jalur maut itu.
“Kita mengambil langkah bersama dinas terkait untuk menentukan titik rawan mana saja. Kemudian akan kita pasang rambu-rambu,” kata dia.
Disinggung mengenai jumlah korban, Soni mengatakan bahwa sampai dengan saat ini, ada 1 korban meninggal dunia, 17 luka-luka dan beberapa orang mengalami syok. Hal tersebut sekaligus menepis kabar adanya tambahan satu korban meninggal dunia.
“Saat ini masih ada 1 korban dirawat di rumah sakit. Sisanya sudah pulang. Total korban keseluruhan 35 orang termasuk kernet dan sopir,” ucap Soni.
Sementara itu, Kasubag Pengujian Kendaraan Bermotor, Agus Supriyono mengatakan, rambu-rambu terkait larangan kendaraan bertonase lebih dari 3 ton melintas di jalur tersebut telah dipasang. Namun begitu, ia mengakui terpasangnya rambu tersebut tepat sebelum tanjakan sehingga tidak begitu efektif. Banyak pengemudi yang terlanjur berada di jalur itu dan tidak mengetahui perihal larangan yang diberikan.
“Kemiringan jalan ini hampir 45 derajat. Ke depan, kita akan pasang jauh di sebelum jalur masuk jalan tersebut,” kata dia.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, kecelakaan bus terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Bus yang membawa rombongan warga Mranggen, Demak, Jawa Tengah ini hendak menuju pantai selatan Gunungkidul usai berwisata ziarah di Makam Sunan Pandanaran III di Bayat, Klaten. Namun dalam perjalanannya, sesampainya di lokasi, bus tersebut tidak kuat melewati tanjakan Bundelan dan akhirnya terguling.
-
Info Ringan6 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya3 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized3 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
