Info Ringan
Delapan Tips Mengajari si Kecil Belajar Menabung
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menabung sangatlah penting karena bisa mengajarkan kita betapa berharganya uang tersebut. Sesuatu yang penting seperti menabung sebaiknya dipelajari sedini mungkin demi masa depan yang cerah. Seorang yang pintar dalam mengelola uang tidak bisa dibentuk hanya dalam satu hari. Mereka belajar dari pengalaman bertahun-tahun ditambah dengan bimbingan orang tua sejak kecil. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika anda mulai berbagi keahlian anda sebagai pengelola uang kepada anak-anak anda yang masih hijau. Supaya mereka bisa mengerti dan menghargai bahwa uang itu sangat berharga dan tidak baik untuk dihambur-hamburkan. Berikut delapan tips mengajari si kecil dalam belajar menabung.
1.Buka Tabungan Pribadi Untuk Anak Anda
Tabungan ini akan memberi mereka harapan punya uang sendiri suatu hari, dan mulai menabung sejak dini. Setelah rekening dibuka, semangati anak untuk disiplin mengisi tabungan secara teratur, atau bisa juga anda minta anak anda menabung di rumah terlebih dahulu setelah itu bawa celengan ke bank bersama-sama untuk dimasukan ke tabungan.
2.Biasakan Anak Menyisihkan Uang Jajan
Setelah punya rekening atau celengan pribadi di rumah, biasakan anak anda untuk menyisihkan sebagian uang jajan atau uang lain yang ia terima, misalkan pemberian dari kakek-nenek atau paman-bibi. Jangan sampai uang yang untuk ditabung sengaja diberi oleh anda. Contohnya, selalu minta kepada anak anda untuk menyisihkan 10% dari total uang jajang yang anda beri setiap minggu. Aktifitas seperti ini yang merangsang anak untuk menabung secara otomatis jika nanti sudah terbiasa.
- Buat Daftar Belanjaan Khusus Untuk Anak
Ketika berbelanja bulanan, anda tidak harus meninggalkan anak di rumah. Anak anda boleh ikut, dengan syarat ia punya daftar belanjaan sendiri. Daftar belanjaan anak itu harus didiskusikan dengan anda, sehingga anak anda akan tahu mana yang kebutuhan dan mana keinginan. Dengan demikian, anak anda akan tahu mana yang menjadi prioritas. Saat berbelanja usahakan untuk tidak melenceng dari daftar tersebut. Secara tidak sadar, lambat laun anak anda akan terbiasa memprioritaskan merancang daftar kebutuhannya setiap bulan.
4.Matikan Alat Rumah Tangga Jika Tidak Digunakan
Berhemat tidak selalu harus berhubungan dengan uang, dengan memelihara peralatan rumah tangga juga sudah termasuk berhemat. Terapkan hal ini pada anak anda sehingga ia terbiasa menghargai barang. Jika barang miliknya terawat, maka ia tidak harus sering membeli barang baru dan uangnya bisa untuk ditabung. Beberapa contohnya adalah, mematikan komputer jika tidak digunakan, matikan lampu saat keluar ruangan. Biarkan ia terbiasa dengan hal ini sehingga di masa depan ia bisa lebih berhemat.
5.Beli Barang Sesuai Kebutuhan Utama
Jangan pernah mengajarkan pemborosan pada anak. Orang tua biasanya tidak tahu antara batasan pemborosan dan sayang anak. Sayang anak berarti mempersiapkan anak untuk kehidupannya di masa depan, sementara pemborosan adalah membelikan banyak barang asalkan anak senang tanpa tahu konsekuensinya di masa mendatang.
6.Belikan Celengan
Supaya anak-anak semangat menabung, cara paling sederhana adalah dengan membelikan mereka celengan berbentuk lucu, bisa yang berbentuk binatang atau bergambar tokoh kartun kesayangannya. Dengan begitu, Si Kecil akan semangat untuk mengisinya setiap hari. Janjikan juga kepadanya untuk membelikan celengan baru yang lebih bagus jika celengan yang dimilikinya sudah terisi penuh. Wah, dijamin mereka pasti makin semangat menabung deh!
7.Tentukan Uang Saku Yang Tepat
Cobalah untuk membuat sebuah budget pengeluaran yang dibutuhkan dengan anak. Dengan cara itu, mereka belajar bahwa pengeluaran mereka bukannya tidak terbatas. Memutuskan apakah dia perlu untuk mendapatkan jumlah tambahan untuk mainan dan permen.
8.Jangan Lewatkan Kesempatan Untuk Pembelajaran
Perhatikan perilaku anak Anda – lihat apa yang ingin dia beli. Tanyakan kepadanya bagaimana ia berencana untuk membayar keinginannya. Ini adalah jendela Anda, untuk apakah “pesan” anda atas pelajaran tentang uang, mereka dapatkan. kata “Aku ingin” dan “Aku perlu” selalu merupakan peluang bagi Anda untuk mengajar.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Budaya18 jam yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
