Connect with us

Pemerintahan

Dianggap Mampu Menyikapi, Tempat Karaoke di Gunungkidul Diperbolehkan Tetap Beroperasi Selama Bulan Ramadan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara tidak langsung memperbolehkan tempat hiburan malam untuk tetap beroperasi selama bulan suci Ramadhan ini. Sebab, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan larangan terkait hal tersebut. Namun begitu, diharapkan para pengelola mampu menyikapi sesuai kearifan yang ada di masyarakat. Di beberapa wilayah lain seperti di Sleman, lokasi hiburan malam dibatasi jam operasioanalnya. Begitu pula dengan tempat spa maupun panti pijat.

Kepala Satpol PP Gunungkidul, Dwi Warna Widi Nugroho mengatakan, selama bulan Ramadan ini, pihaknya memantau 9 tempat hiburan karaoke yang beroperasi di Kabupaten Gunungkidul. Adapun rincian kesembilan lokasi karaoke yang ada di Kabupaten Gunungkidul ialah tiga karaoke di Kecamatan Purwosari, dua di Kecamatan Wonosari, dua di Kecamatan Tanjungsari, satu karaoke di Kecamatan Tepus dan satu lagi di Kecamatan Karangmojo. Selain lokasi karaoke, Satpol PP juga akan memantau sejumlah rumah makan yang buka di siang hari. Hal tersebut dalam rangka menciptakan kondusif di bulan puasa.

Berita Lainnya  Penerima Bantuan PKH Yang Meninggal Dunia Bisa Diahliwariskan, Begini Prosesnya

Ia menambahkan, pihaknya telah mengimbau kepada pelaku usaha tempat hiburan maupun tempat makan agar saling memahami. Sehingga nantinya tidak ada gesekan yang terjadi di tengah masyarakat selama bulan puasa.

“Ya semuanya harus menghormati, agar yang sedang melakukan ibadah puasa bisa khusyuk,” tegas Dwi, Selasa (07/05/2019).

Dikatakan Dwi, selama bulan ramadhan pemilik rumah makan maupun tempat hiburan seperti karaoke memang tetap diizinkan beroprasi. Kendati demikian ia menekankan para pemilik usaha harus menghormati aturan yang ada.

“Jika ada tempat hiburan yang meresahkan akan kami tindak secara tegas,” kata dia.

Tempat hiburan yang meresahkan, dikatakan Dwi, seperti tempat hiburan yang melakukan pelanggaran Perda Nomor 04/2010 tentang minuman beralkohol maupun yang ditengarai ada praktik prostitusi.

Berita Lainnya  Perayaan Sederhana HUT Gunungkidul ke-189 dan Semangat Bersama Menangkal Pandemi

Adapun sanksi yang diberikan bagi pemilik tempat hiburan yang terbukti melanggar aturan adalah salah satunya pelarangan untuk beroperasi selama 7 hingga 10 hari.

Senada dengan Dwi, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono memaparkan, Pemkab Gunungkidul memang pada masa ramadan ini tidak ada pelarangan maupun himbauan terkait jam operasi bagi tempat hiburan malam. Pihaknya tidak memberikan surat edaran tersebut karena menganggap para pengelola lokasi hiburan malam telah mampu menyikapi bulan suci ini. Ia berharap, para pelaku usaha mampu mengatur unit usaha yang dikelolanya sehingga tidak menyebabkan konflik di tengah masyarakat.

“Kita berharap pengelola mampu menyikapi bulan suci ramadhan kali ini. Sehingga tidak ada konflik atau pertentangan dengan keberadaan hiburan malam tersebut,” kata Harry.

Sementara itu, jajaran kepolisian resort Gunungkidul, terus berupaya melakukan kegiatan untuk menciptakan suasana aman dan tertib di tengah masyarakat. Hal itu terbukti dengan diselenggarakannya beberapa operasi di tempat karaoke untuk mencari barang-barang berbahaya serta peredaran miras. Selain itu sejumlah penginapan turut disisir untuk mencegah adanya adanya tindakan amoral yang dilakukan oleh pasangan bukan suami isteri.

Berita Lainnya  Enam Kapanewon Dibidik Jadi Sentra Perkebunan Tembakau

“Kita berupaya menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. Kegiatan akan terus dilakukan demi menciptakan ramadhan yang penuh berkah ini,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler