fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pedagang Pasar Argo Wijil Bakal Boyongan ke Alun-alun Wonosari

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Seluruh pedagang yang ada di Pasar Argo Wijil yang berada di Desa Gari, Kecamatan Wonosari akan dipindah. Namun pemindahan di pasar yang masyur akan kuliner tradisionalnya tersebut bukan lantaran pasar ini ditutup atau sedang ada proses relokasi. Para pedagang itu akan buka di Alun-alun Wonosari sebagai bagian dalam acara peringatan Hari Koperasi 2019. Rencananya, Koperasi Ekspo ini akan dihelat pada 24 hingga 28 Juli 2019.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul, Widagdo menjelaskan, pemindahan pedagang pasar Argo Wijil pada Harkop ini dilakukan untuk semakin memasarkan produk yang mayoritas kuliner kepada khalayak luas. Pasalnya, para pedagang di pasar Argo Wijil selama ini memang terkenal dalam penjualan makanan-makanan tradisional khas Gunungkidul.

Berita Lainnya  Dulu Merancang Pesawat N250 Gatotkaca, Kini Nasib Jumakir Berakhir di Warung Mie Ayam

“Sekaligus ini juga untuk mengenalkan makanan tradisional kepada generasi-generasi muda. Kalau untuk mereka yang telah dewasa bisa dijadikan ajang nostalgia dengan makanan tradisional Gunungkidul,” katanya, Minggu (21/07/2019).

Selain memboyong seluruh pedangang di Pasar Argo Wijil, pada Harkop Ekspo 2019 kali juga akan diikuti oleh 100 pelaku Usaha Kecil dan Menengah serta sejumlah koperasi. Panitia juga menyediakan acara hiburan berupa peragaan busana oleh Asosiasi Perajin Batik Gunungkidul (Aspetig) dan komunitas perancang busana Gunungkidul. Menariknya, selama peragaan busana, para model akan diiringi oleh gamelan siswa SLM dari Rongkop.

“Dalam kegiatan tersebut akan diserahkan buku berisi makna filosofis tentang motif batik Gunungkidul. Kami juga akan menggelar lomba lomba tangkas dan terampil perkoperasian tingkat SMA dan SMP se Kabupaten Gunungkidul,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul, Sutaryono menambahkan, pada tanggal 24 Juli 2019 pihaknya akan menggelar workshop yang diikuti oleh 80 peserta koperasi dan UMKM. Pihaknya akan memberikan ruang kepada UMKM yang ada di Gunungkidul untuk mengenalkan diri kepada masyarakat Gunungkidul maupun umum.

Berita Lainnya  Setiap Bulan, 40 Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Demam Berdarah

“Dengan demikian pelaku UMKM dan produknya dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat Gunungkidul,” pungkas dia.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler