fbpx
Connect with us

Sosial

Diarak Ribuan Warga, Bedug Terbesar Kedua di Gunungkidul Berbahan Kayu Sengon Buto

Diterbitkan

pada

BDG

Playen,(pidjar.com)–Ribuan warga Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen menggelar kirab, Minggu siang (12/03/2023). Kegiatan ini dalam rangka pemindahan sebuah bedug berukuran besar dari rumah salah seorang warga ke salah satu masjid di wilayah tersebut.

Ketua Anshor Banaran, Rida Mustofa mengatakan, sebuah bedug berukuran besar sengaja dibuat oleh masyarakat Banaran dan organisasi kemasyarakatan di wilayahnya sebagai icon di masjid Aolia yang berada di Padukuhan Banaran IV, Kalurahan Banaran.

Bedug ini terbuat dari kayu sengon buto dengan bulat 4 meter dan panjang 220 cm. Proses pembuatannya selama 2 bulan dimana para masyarakat tokoh-tokoh saling gotong royong setiap harinya.

“Iya dalam pembuatannya gotong royong. Untuk hari ini diadakan pemindahan dari rumah salah satu warga kemudian dibawa ke Masjid Aolia yang merupakan pertama dan tertua di Banaran,” papar Rida Mustofa.

Menurut dia, bedug tersebut merupakan bedug terbesar kedua setelah bedug yang ada di Kapanewon Panggang. Pada acara siang tadi, melibatkan Banser, Fatayat, Anshor dan sekitar 1.500 warga di Kalurahan Banaran.

Berita Lainnya  Temuan Penyakit Mulut dan Kuku, Ancaman Sekaligus Peluang Untuk Peternak

Rida yang juga merupakan anggota DPRD Fraksi Gerindra Gunungkidul ini berharap bedug tersebut agar bisa bermafaat untuk masyarakat dan dimanfaatkan sebagai penanda sholat sehingga masyarakat bisa lebih taat dan segera melaksanakan sholat fardhu.

Sementara, Imam Masjid Aolia Banaran IV, Rahmad Triyanto mengaku syukur atas pemberian bedug tersebut. Dia mengajak umatnya agar lebih rajin lagi dalam beribadah, dan tepat waktu. Adanya bedug diharapkan bisa menarik umatnya untuk tidak lupa sholat lima waktu.

“Kami sangat berterima kasih dan semoga kedepannya jauh lebih bermanfaat untuk kepentingan umat,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler