Connect with us

Sosial

Melanglang Buana Hingga Luar Negeri, Lampu Hias Asli Gunungkidul Ini Justru Tak Dilirik di Tanah Sendiri

Diterbitkan

pada

Semin (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Nuansa klasik dan kekunoan langsung terasa begitu memasuki pekarangan rumah H Rusmani (57) di Padukuhan Garotan, Desa Bendung, Kecamatan Semin. Beragam lampu antik dengan aneka variasi ukiran bergelantungan di ruang tamu rumahnya semakin menambah kesan anggun, elegan dan berwibawa di hunian tersebut. Lampu antik seperti ini sudah jarang yang memproduksi, bahkan di Gunungkidul nampaknya hanya tinggal H Rusmani seorang yang setia menjadi pengrajin.

“Dahulu, setiap rumah pejabat dengan arsitektur Joglo maupun Limasan bisa dipastikan memiliki lampu gantung maupun tempel dinding seperti ini. Sebab lampu ini memunculkan kesan mewah dan mriyayeni bagi pemiliknya,” ungkap H Rusmani.

Maka sejak dirintis tahun 1981 silam, usaha lampu antik yang awalnya hanya memproduksi lampu taman lantas bergeser menjadi pengrajin lampu gantung, lampu dinding dan bermacam kerajinan antik berbahan dasar cor aluminium.

Siapa sangka, karya warga Padukuhan Garotan, Desa Bendung ini sangat diminati pasar. Tak hanya pasar lokal saja, akan tetapi bahkan sampai menembus pangsa pasar nasional dan dunia internasional.

Berita Lainnya  Program Pemerintah Melestarikan Sastra Jawa di Tengah Modernisasi

Untuk kemajuan usaha, maka kerajinan ini kemudian diteruskan M Nurul Huda salah satu putra H Rusmani yang kemudian mendirikan UD Barokah sebagai bendera usahanya. Dengan bermacam upaya Huda mencoba meneruskan usaha yang telah dirintis orang tuanya.

“Kita terus berinovasi dengan menciptakan lampu tempel dinding, lampu gantung cabang, lampu gantung katrol dengan beberapa cabang termasuk memproduksi barang baru namun model lama dan klasik alias repro design seperti meja kursi taman dan sebagainya,” jelas Huda.

Meski mewah, harga yang ditawarkan untuk bisa memiliki produk ini sebenarnya cukup terjangkau. Semuanya bervariasi, tergantung dari tingkat kerumitan pekerjaan. Mulai dari harga Rp 500 ribu hingga puluhan juta rupiah terlayani sesuai kehendak konsumen.

Lewat usaha ini pula Huda mampu membuka lapangan kerja bagi 8 orang tetangganya. Tak main-main, karyanya kini bahkan sudah menembus pasar luar negeri. Sejak Malaysia, Brunei Darussalam, Belanda hingga Yunani pernah memesan produk karya mereka.

Berita Lainnya  Ini Dampak-dampak Berbahaya Narkoba Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

“Bahkan untuk seluruh lampu yang dipajang di kantor Dinas Kebudayaan Provinsi DIY semua adalah karya kami. Konon itu semua pesan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, maka Gusti Yudhoningrat sendiri yang berkenan datang ke sini untuk memesan lampu seperti yang dikehendaki,” lanjutnya.

Untuk penataan lampu jalan di Malioboro pun lampu antik dari Garotan inilah yang dipajang. Sayangnya, meski karyanya sudah melanglang buana dan merajai banyak wilayah, namun lampu antik karya Huda dan kawan-kawan ini justru tak pernah dilirik Pemkab Gunungkidul.

“Untuk PJU (Penerangan Jalan Umum) di Kabupaten Karanganyar, Solo hingga Bandung dan Jakarta banyak yang pesan kepada kami. Namun tidak ada satu pun pesanan dari Pemkab Gunungkidul. Itu yang ada di sepanjang tepi jalan RSUD Wonosari, Gedung DPRD hingga kursi taman di titik 0 kilometer bukan dari kami. Dan kami berani diadu kualitas dengan produk itu. Saya jamin karya kami lebih baik,” keluh Huda.

Disisi lain Huda mengakui, jalinan kerjasama dengan Disperindag Kabupaten Gunungkidul memang sudah terjalin. Namun itu sebatas promo lewat event-event pameran di berbagai daerah. Namun stressing (tekanan) dari Bupati agar menggunakan produk lokal dirasakan Huda tidak ada.

Berita Lainnya  Ngebet Hadirkan Kebun Binatang di Gunungkidul, Pemkab Buka Skema Kerjasama Dengan Investor

“Harapan kami ya PJU yang ada di seputaran kota Wonosari menggunakan karya kami. Wong saat ini saja kita juga mengerjakan lampu gantung bercabang 18 untuk Masjid Polres Gunungkidul. PT Waskita Karya saja mempercayakan lampu antiknya kepada kami, kenapa kok Pemkab Gunungkidul justru tidak melirik sama sekali,” pungkasnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata24 jam yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler