fbpx
Connect with us

Peristiwa

Dicegat dan Ditodong di Bulak Sepi, Motor Pelajar Dirampas Begal

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Aksi kejahatan di jalanan terjadi di kawasan Semanu pada Senin (27/05/2019) dini hari tadi. Seorang remaja laki-laki, yakni Danu Tri Laksono (18) warga Jelok, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu menjadi korban perampasan. Ia ditodong dengan senjata tajam oleh dua laki-laki berbadan besar yang tidak dikenal yang kemudian membawa kabur sepeda motor miliknya.

Jumari, Ayah Danu Tri Laksono mengatakan, peristiwa naas yang menimpa putranya tersebut terjadi pada Senin (27/05/2019) pukul 02.30 WIB dini hari. Kala itu, putranya hendak pulang ke rumahnya usai melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL). Sejak sampai di jalan Jogja Wonosari, tepatnya di sekitar Bundaran Siyono, Kecamatan Playen, Danu menceritakan bahwa sempat merasa ada yang membuntutinya dari belakang.

Namun hal itu tidak ia hiraukan. Sang putra mengira dua orang yang mengendarai sepeda motor sama akan menuju wilayah Semanu. Sampai di jalur Semanu, dua orang tak dikenal dengan satu orang berpawakan besar tersebut masih tetap membuntuti Danu. Hingga sampai di pertigaan Ngasem atau arah Jonge, kedua pemotor tak dikenal itu semakin mendekat pelajar kelas 2 SMK itu.

“Pas sampai di jalan sepi, tepatnya di selatan perusahaan ayam anak saya dipepet. Berselang beberapa waktu, kuncinya juga diambil oleh pelaku yang berjumlah dua orang,” terang Jumari, Senin malam saat dikonfirmasi.

Alhasil kendaraan jenis Honda Beat nopol AB 6166 XM tersebut terhenti di tempat sepi, gelap dan hanya lahan kosong. Mendapati mangsanya berhenti, kedua pelaku lalu mendekati korban dan memintanya untuk menyerahkan sepeda motor. Sebenarnya ketika peristiwa itu, perlawanan sempat dilakukan oleh Danu yang tak mau menyerahkan kendaraannya itu. Namun ternyata pelaku justru menodong bocah tersebut menggunakan senjata tajam berupa keris.

Sekitar dua kali benda tajam tersebut diarahkan ke tubuh Danu. Merasa terdesak dengan kondisi ini dan diancam oleh pelaku peramapasan, Dani yang sadae keselamatannya terancam kemudian menyerahkan kendaraannya ke para pelaku.

“Alhamudillah kalau anak saya ndak papa. Hanya shock saja, dapat ancaman seperti itu. Untuk senjata tajamnya sempat ditodongkan ke tubuh Danu memang,” ujarnya.

Usai mendapatkan sepeda motor, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan Dani di lokasi sepi tersebut. Korban sendiri lantas berjalan kaki mencari pemukiman untuk mencari pertolongan. Beruntung tak berselang lama, seorang pengguna jalan yang hanya tetangga dusunnya melintas dan kemudian dimintai tolong oleh Danu. Oleh pengguna jalan tersebut, korban lantas diantar pulang ke rumah.

“Untuk kerugian sendiri hanya sepeda motor itu. Saya ikhlas, tapi untuk menegakkan hukum tetap lapor ke Polres Gunungkidul,” imbuh dia.

Insiden perampasan kendaraan di jalanan ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya. Usai mendapat laporan perampasan itu, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. Sejumlah ciri-ciri kendaraan, modus, serta beberapa petunjuk dari pengakuan korban telah dikantongi oleh pihak kepolisian.

“Benar ada tindak kejahatan perampasan sepeda motor dengan modus penodongan tengah kami tangani,” terang AKP Riko Sanjaya.

Menurut Riko, pihaknya telah menerjunkan tim untuk memburu pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat tersebut.

Saat ini penyelidikan intensif terus dilakukan oleh pihak kepolisian guna mengungkap kasus ini. Adapun bedasarkan pengakuan korban, pelaku berjumlah dua orang.

Adanya insiden semacam ini, Riko menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan malam maupun dini hari. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas yang berbahaya.

“Tetap waspada dan sebisa mungkin berhati-hati saat berkendara sendirian,” tutupnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler