Peristiwa
Fenomena Tanah Amblas Terjadi di Rongkop, 2 Ladang Warga Terdampak
Rongkop,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Fenomena tanah ambles terjadi di wilayah Padukuhan Dadapan, Desa Petir, Kecamatan Rongkop. Lantaran dianggap cukup berbahaya, petugas kepolisian kemudian bahkan terpaksa memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Pemasangan garis polisi ini untuk mencegah warga masyarakat mendekat ke lokasi tanah amblas yang nantinya bisa membahayakan lantaran lubang yang ada cukup dalam.
Kasi Humas Polsek Rongkop, Aipda Eko Wahyu mengatakan, tanah amblas tersebut terjadi di ladang jagung milik Warsiyem (80) warga Dadapan RT 20 RW 8, Desa Petir, Kecamatan Rongkop. Adapun fenomena tersebut diketahui saat pihaknya melakukan patroli pada Kamis (31/01/2019) malam tadi.
Malam tadi dalam perjalanan patroli, pihaknya mendapat informasi dari warga terkait adanya tanah ambles. Ia beberkan lebih lanjut, fenomena yang terjadi mengakibatkan adanya lubang di ladang tersebut sedalam 3 meter dengan diamater 1 meter.
“Dari atas memang terlihat hanya berdiameter 1 meter. Tapi di dalamnya sebenarnya berongga sekitar 5 sampai 6 meter,” kata Eko, Jumat (01/02/2019).
Atas temuan tersebut, pihak kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian dengan memasang garis polisi. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan sebab potensi ambles lanjutan diperkirakan masih ada.
“Perintah dari pimpinan (Kapolsek) untuk memasang garis polisi karena masih ada kemungkinan tanah tersebut amblas lagi,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan bahwa dari informasi yang diperoleh pihaknya, kejadian tidak hanya muncul di ladang milik Warsiyem. Akan tetapi, di wilayah yang sama, juga ada peristiwa serupa di pekarangan milik Ratmo.
“Dua lokasi sudah dipasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat di sekitar tanah amblas,” ujar Edy.
Edy mengatakan, Fenomena ini, menurutnya karena memang karakteristik Gunungkidul yang merupakan pegunungan karst. Sehingga kemudian banyak cekungan atau celah tanah dan juga terdapat sungai bawah tanah.
“Kalau tanah ambles biasanya di tempat itu sebelumnya memeng daerah yang dulu ada cekungan kemudian dalam waktu yang lama tertimbun tanah. Karena adanya hujan dan air menggenang air yang bercampur tanah masuk ke lubang kecil atau diasbut ponor. Itu yang mengakibatkan ambles. Itu fenomena yg biasa di kawasan karst,” urainya.
Tanah ambles sendiri di Gunungkidul sempat muncul di beberapa titik pada awal tahun 2018 lalu. Seperti di Kecamatan Rongkop ada 17 titik. Diameternya pun bervariasi dari mulai 2 meter hingga ada yang mencapai 7 meter.
“Tahun-tahun dulu juga ada peristiwa seperti ini. Hanya tidak banyak. Kalau orang-orang tua pasti tahu cekungan itu di mana saja,” ucapnya.
-
Uncategorized1 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized1 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized1 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
