fbpx
Connect with us

Peristiwa

Diduga Depresi Karena Putus Cinta, Gadis 15 Tahun Nekat Gantung Diri

Published

on

Nglipar,(pidjar.com)–Seorang siswi SMK di Kapanewon Nglipar yang diketahui bernama Lux (15) ditemukan tak bernyawa di pintu kamarnya, Sabtu (21/11/2020) pagi. Sontak kejadian ini menggegerkan warga di Padukuhan Danyangan (03/05), Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar. Diduga gadis belia itu nekat mengakhiri hidupnya karena asmara.

Lurah Pilangrejo, Sunaryo mengatakan, bahwa korban pagi tadi berada sendiri di rumahnya. Sebab kala itu, orang tua Lux yang diketahui bernama Ruyanto dan Kumini tengah pergi ke sawah.

“Jadi kondisi rumah kosong bapak ibunya ke sawah tandur,” ucap Sunaryo.

Ia menjelaskan, kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, Kumini pulang untuk mengambul nasi. Namun betapa kagetnya ketika ia mendapati anaknya sudah tergantung di pintu kamar.

Berita Lainnya  Meriahnya Sedekah Laut Pantai Sadeng, Wujud Syukur Nelayan Atas Hasil Laut Yang Melimpah

“Tentu orang tua kaget, karena tadi pagi juga masih ada di rumah dan tidak ada kecurigaan. Hal itu membuat keluarga sangat terpukul,” terang dia.

Hingga berita diturunkan, pihak kepolisian bersama warga masih di lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi terhadap jasad korban. Untuk sementara dari hasil identifikasi tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Lux.

“Seluruh badan tidak ada tanda-tanda penganiayaan, dari tanda-tanda yang ada diduga kuat korban gantung diri,” ucap Kanit Reskrim Polsek Nglipar Aiptu Ngatimin.

Ngatimin menambahkan, dari informasi yang diperoleh pihaknya, korban baru saja putus cinta. Diduga korban mengalami setres berat dan memutuskan mengakhiri hidupnya.

“Yang bersangkutan ini dikenal pendiam, dan dari keterangan keluarga memang baru saja putus,” kata dia.

Saat dikonfirmask Humas SMK di Kapanewon Nglipar tempat Lux belajar, Nuriyah mengatakan, siswi yang kini duduk di kelas 10 tersebut tak ada masalah akademik. Bahkan Lux dikenal rajin mengumpulkan tugas selama BDR.

Berita Lainnya  Bencana Longsor Rusak Rumah Warga dan Akses Jalan

“Memang intensitas ketemu dengan siswa kan minim. Tapi sejauh ini siswi tersebut sangat koorperatif dalam belajar,” tandas Nuriyah.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler