fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Digelontor Anggaran Pembangunan, Dua Puskesmas Ini Akan Jadi Embrio Rumah Sakit Baru di Gunungkidul

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Setelah pembangunan Rumah Sakit Saptosari selesai, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kesehatan akan melakukan pembangunan Puskesmas yang diinisiasi. Puskesmas ini diharapkan menjadi embrio rumah sakit dengan tipe D. Diharapkan nantinya, konsep Puskesmas sebagai embrio rumah sakit ini akan semakin mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pinggiran. Adapun dua puskesmas yang digagas menjadi rumah sakit tipe D yakni Puskesmas 2 Ponjong dan Puskesmas 2 Patuk.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengungkapkan, saat ini pemerintah melalui Dinas Kesehatan selain fokus dalam pembangunan dan persiapan operasional RSUD Saptosari juga tengah melakukan pembangunan puskesmas yang diharapkan menjadi embrio Rumah Sakit Tipe D. Adapun saat ini dengan pembangunan infrastruktur tersebut, untuk Puskesmas 2 Ponjong yang semula berstatus Rawat Jalan menjadi Rawat Inap.

Tahun 2019 ini, sedikitnya dana sebesar 6 miliar rupiah digunakan untuk membangun Puskesmas ini. Pembangunan yang dilakukan dengan perubahan status adalah penyediaan ruangan yang dapat digunankan rawat inap. Jika nantinya jika pembangunan itu telah selesai, dari Dinas Kesehatan sendiri langsung akan melakukan perubahan status di mana yang sebelumnya hanya dapat melakukan pelayanan rawat jalan, kemudian dapat melakukan rawat inap dan menjadi embrio rumah sakit tipe D.

“Sedang dalam tahapan pembangunan ruang rawat inap. Kemarin kita dapat lahan sekitar 5000 meter persegi yang kemudian dibangun fasilitas rawat inap,” kata Priyanta Madya Satmaka, Rabu (30/10/2019).

Kemudian untuk pembangunan Puskesmas Patuk 2, pemerintah sedikitnya telah mengeluarkan dana sebesar 8 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mempersiapkan kelengkapan fasilitas kesehatan. Nantinya untuk proses pembangunan dan penyempurnaan segala fasilitas masih membutuhkan dana yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah anggaran yang telah digelontorkan.

Berita Lainnya  Kades Baleharjo Jadi Tersangka, Dinas Siapkan Bantuan Hukum

“Kalau untuk 2020 atau 2021 sepertinya belum lah. Kan kita masih fokus di RSUD Saptosari. Untuk di dua puskesmas ini juga masih nyicil pembangunannya,” tambah dia.

Pengembangan dan pembangunan ini diharapkan Priyanta nantinya akan lebih mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga segala sesuatunya dapat tertangani dengan baik.

Disinggung mengenai progress rumah sakit Saptosari tipe D, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan regulasi serta segala keperluan yang yang dibutuhkan. Mulai dari kelengkapan, hingga kebutuhan tenaga medis dan staff untuk menunjang pelayanan dan kinerja. RSUD Saptosari sendiri ditargetakan dapat mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2020 mendatang.

“Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Kalau untuk tahun ini yang rehab bangunan ada Puskesmas Wonosari dan Paliyan. kemudian untuk penambahan ruangan di Puskesmas Patuk 2 dan Ponjong 2 itu,” tutup Priyanta.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler