fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Digelontor Bantuan 5,68 Miliar, 1000 Hektar Lahan Pertanian Gunungkidul Bakal Miliki Fasilitas Irigasi

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah terus memberikan perhatian pada sektor pertanian agar semakin maju. Salah satu yang sangat diperhatikan sekarang ini berkaitan dengan pengairan agar hasil pertanian meningkat drastis. Sebagaimana diketahuii, salah satu permasalahan yang terus menghantui sektor pertanian adalah air. Diharapkan dengan penanganan serius di bidang ini, potensi lahan pertanian bisa dimaksimalkan dalam pengelolaannya dan bisa panen 3 kali dalam setahun.

Beberapa waktu lalu, Pemkab Gunungkidul mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 5,685 miliar untuk 1.000 hektare lahan pertanian. Anggaran tersebut harus digunakan untuk pembangunan infrastruktur air seperti dam parit, perpipaan, ataupun perpompaan di lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto memaparkan, optimalisasi lahan kering menjadi prioritas utama dari pemerintah pusat. Mneurut Bambang, adanya bantuan dengan nilai yang cukup besar ini bisa menjadi harapan baru agar sektor pertanian Gunungkidul semakin maju. Adapun bantuan anggaran senilai 5,68 miliar ini akan diberikan kepada 40 kelompok tani dengan luasan lahan mencapai 1000 hektar.

“Masing-masing kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini wajib membangun optimalisasi air untuk mencakup 25 hektare lahan pertanian yang mereka kelola,” kata Bambang Wisnu Broto, Rabu (11/08/2021).

Program pengairan ini sendiri bertujuan untuk memudahkan para petani dalam mengakses air untuk sektor pertanian mereka. Sebab selama ini seperti yang diketahui, sebagian besar lahan pertanian di Gunungkidul merupakan sawah tadah hujan. Sehingga saat musim kemarau, banyak lahan pertanian yang tak bisa termanfaatkan karena permasalahan air.

Dengan adanya fasilitas pengairan yang dibangun ini, diharapkan para petani bisa melakukan panen sebanyak 3 kali dalam satu tahunnya. Tiga kali panen ini tidak diharuskan padi semua, melainkan bisa padi, palawija, palawija. Syukur bisa 3 kali panen padi. Dengan demikian, para petani bisa semakin produktif yang berimbas kepada kesejahteraan mereka.

“Bisa juga dimanfaatkan untuk padi palawija ataupun tanaman hortikultura. Jadi disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan juga, lahan yang ada harus dimanfaatkan dengan baik,” imbuh dia.

Ia menambahkan, dengan bantuan miliaran rupiah hang digelontor ke kabupaten Gunungkidul tersebut, masing-masing kelompok tani mendapatkan Rp 142.125.000 untuk pembangunan pengairan di lahan pertanian tersebut. Proses penyaluran anggaran dilakukan 2 tahap yaitu 70 persen dan 30 persen.

“Pengerjaannya swakelola, nantinya kalau bangunan sudah tergarap 50 persen maka sisa anggaran akan langsung dicairkan untuk proses penyelesaian,” tutupnya.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan agar para kelompok tani penerima bantuan ini bisa memanfaatkan bantuan pemerintah sebaik mungkin. Sehingga bisa menjadi salah satu solusi kebutuhan air untuk pertanian. Sektor pertanian Gunungkidul sendiri disebut Bupati memiliki ketahanan yang sangat bagus di tengah keterbatasan yang dialami oleh para petani. Terbukti, sektor pertanian mampu tetap eksis bahkan saat dihantam pandemi.

Pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian terus mengalami trend yang positif. Pemerintah sendiri terus membuat terobosan agar pertanian Gunungkidul bisa semakin maju. Salah satu yang menjadi fokus perhatian pemerintah adalah bagaimana kemudian mengajak para pemuda untuk mau terjun di bidang pertanian meneruskan tugas para petani yang sudah tua

“Harapanya semakin majunya sektor pertanian, pangan dan hortikultura mendorong kemunculan petani milenial bisa lebih modern lagi sehingga dengan pengembangan teknologi pertanian, sektor ini bisa semakin maksimal,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler