fbpx
Connect with us

Sosial

Diisolasi, 6 Anggota Keluarga Pasien Positif Corona Tak Diperbolehkan Keluar Rumah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Satu keluarga dari warga Kecamatan Ponjong yang merupakan Pasien Dalam Perawatan (PDP) positif corona melakukan isolasi mandiri di dalam rumahnya. Anggota keluarga yang berjumlah 6 tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan keluar rumah dan berinteraksi dengan warga lainnya. Pemerintah sendiri tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial agar bisa segera mengirimkan bantuan terhadap kebutuhan hidup keluarga tersebut.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menjelaskan, pemerintah menjamin permakanan terhadap 6 orang keluarga pasien positif yang menjalani isolasi itu. Ia menegaskan, pihaknya tidak setuju untuk melakukan isolasi kepada warga seluruh dusun meski pasien positif itu sempat berinteraksi dengan penduduk.

“Dikhususkan hanya kepada 6 jiwa anggota keluarga yang intens berinteraksi yang protokol harus ditegakkan. Mereka diberikan bantuan dari Pemkab dari segi permakanan,” kata Immawan, Jumat (27/03/2020).

Menurut Immawan, saat ini keluarga pasien positif yang berjumlah 6 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka diminta untuk harus di rumah dan tidak boleh keluar, tidak boleh bersentuhan dengan orang lain, menggunakan alat makan dan mandi sendiri. Para anggota keluarga itu juga menggunakan kamar sendiri. Proses isolasi dilakukan selama 14 hari. Jika nantinya tidak ada keluhan, maka mereka akan dinyatakan tidak terinfeksi.

Berita Lainnya  Cerita 3 Hari Perjuangan Warga Girisekar dan Relawan Turuni Goa Untuk Angkat Air Bersih

Terkait dengan pemenuhan kebutuhan, pihaknya akan segera memerintahkan Dinas Sosial agar mengirimkan kebutuhan pokok. Sebab saat ini keluarga itu kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

“Kita akan segera perintahkan Dinsos mengatasi ini,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, dari laporan yang diterima, hingga siang tadi permakanan dari pemkab melalui dinas Sosial belum dikirim.

“Kepala dinas sosial belum memberikan permakanan, kepala desa baru saja saya telepon untuk memberikan permakanan. Walaupun kemarin sore sudah dikirim,” kata Endah.

Pihaknya akan mendatangi Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, untuk memastikan pengiriman bantuan permakanan cukup. Hal ini sangat penting agar mereka tidak keluar rumah.

“Jadi ini penting tidak hanya dinas sosial, dinas kesehatan saja, tetapi semua harus bergerak,” tandas dia.

Sementara itu, terkait dengan adanya seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, pemerintah masih melakukan penelusuran mengenai riwayat pasien wanita berusia 59 tahun ini. Ia diketahui meninggal dunia sekitar pukul 21.25 WIB, Kamis malam tadi. Penelusuran ini terkait dengan riwayat pasien dari mulai perjalanan hingga masuk rumah sakit.

Berita Lainnya  Angka Kemiskinan di Gunungkidul Masih 17%, Standar Penentu Kemiskinan Disebut Wabup Kurang Tepat

“Yang bersangkutan masuk ke RS Panti Rahayu pada 22 Maret 2020 lalu, dan untuk penelusuran terkait riwayat pasien saat ini dilakukan oleh Puskesmas Karangmojo,” kata Dewi.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, hingga siang ini, Orang Dalam Pengawasan (ODP) seluruh Gunungkidul mencapai 436 orang yang dirawat ada 2 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 10 orang dengan 5 orang dirawat.

“Pasien positif 1 orang masih dirawat di RSUD Wonosari. Untuk pasien positif kondisinya sudah baik sekali, dan setelah 14 hari akan diperiksa swab tenggorokannya. Jika negatif maka diperbolehkan pulang, ” urainya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler