fbpx
Connect with us

Peristiwa

Dikenali Kedua Orang Tua, Jenazah Tanpa Kepala di Pantai Watukodok Akhirnya Berhasil Diidentifikasi

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Mayat tanpa kepala yang ditemukan di Pantai Watu Kodok, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari pada Jumat (12/06/2020) pagi tadi telah selesai diautopsi. Hingga siang ini, jenazah masih di RSUD Wonosari. Adapun, mayat tersebut juga telah berhasil diidentifikasi. Korban diketahui bernama Oktiano Putra Ramadhan (13) warga Sukoharjo (02/03), Widoro, Donorejo, Pacitan, Jawa Timur. Oktiano beberapa waktu lalu tenggelam usai diterjang ombak saat tengah memancing.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono menjelaskan, seusai jenazah dikirim ke RSUD Wonosari, pihaknya mendapatkan petunjuk dari media sosial dimana terdapat informasi adanya satu anak hilang diterjang ombak di Pantai Ngiroboyo, Ngadiro, Pacitan. Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya kemudian melaksanakan koordinasi dengan SAR di wilayah lain dan Basarnas Trenggalek. Dari situ, dikonfirmasi bahwa kejadian itu benar adanya.

Berita Lainnya  Polri Ingatkan Hoax Tidak Akan Jadi Ancaman Bila Dibaca Rasional

“Kami mendapatkan informasi empat hari lalu ada dua anak diterjang ombak, yang satu sudah ditemukan, tapi yang satunya belum,” jelas Marjono, Jumat siang.

Dalam koordinasi, pihaknya lantas menghubungi keluarga dari korban laka laut yang belum ditemukan. Kemudian, kedua orang tua korban datang ke RSUD Wonosari untuk keperluan identifikasi. Setelah dilakukan pencocokan, baik Sunarno dan Sunanty, orang tua dari almarhum memastikan bahwa jenazah itu merupakan putranya yang hilang sejak beberapa hari lalu.

“Arus dari laut memang ke arah barat, kemungkinan terseret ombak hingga akhirnya mendarat di Pantai Watukodok,” jelas dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jenazah Oktiano ditemukan pertama kali oleh seorang warga setempat, Sakim yang berada di tepi pantai. Ia mendapati adanya mayat tanpa kepala yang terdampar di pantai Watukodok.

Berita Lainnya  Tak Kuat Menahan Beban, Kandang Lapuk Berisi Ribuan Ayam Petelur Rata dengan Tanah

“Sakim kemudian berteriak untuk meminta bantuan, warga kemudian memanggil tim SAR,” jelas Marjono di sela-sela evakuasi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler