fbpx
Connect with us

Pariwisata

Dinpar Targetkan 200 Ribu Wisatawan Datang ke Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pariwisata Gunungkidul menargetkan kunjungan wisatawan kunjungan wisatawan sebanyak 204.822 pengunjung datang pada libur natal dan tahun baru 2021 ini. Kendati demikian, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas sektoral untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengungkapkan, pihaknya telah menyepakati untuk libur Nataru ini target kunjungan wisatawan sebanyak 204.822 orang dengan jumlah pendapatan asli daerah sebesar 1,54 miliar rupiah.

Adapun rincian dari kunjungan dan pendapatan diantaranya mulai 24 Desember sampai 31 Desember ditargetkan 147.067 dengan pendapatan sebesar 1,1 miliar rupiah. Kemudian pada pergantian tahun mulai 1 Januari sampai 3 Januari tingkat kunjungan ditargetkan sebanyak 57.765 orang dengan pendapatan 439,5 juta rupiah.

“Itu merupakan proyeksi target kami di akhir tahun ini,” papar Harry Sukomono, Sabtu (19/12/2020).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, untuk obyek wisata yang dibuka adalah obyek wisata yang telah dilakukan verifikasi dan uji coba. Seperti misalnya Nglanggeran, Goa Pindul, Air Terjun Sri Gethuk, kawasan pantai dan beberapa obyek wisata lainnya.

Kemudian terdapat kebijakan khusus yang diterapkan oleh dinas yaitu terdapat pengecualian pada tanggal Senin 28 Desember mendatang. Kawasan obyek wisata pada hari senin itu tetap dibuka untuk menerima kunjungan wisatawan.

“Kalau biasanya hari senin kita tutup untuk recovery dan lain-lain ada pengecualian di tanggal 28 Desember mendatang. Kita tetap buka,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya juga melibatkan kepolisian, satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan guna menyiapkan destinasi, pengamanan dan terutama penegakan protokol kesehatan. Langkah ini diambil agar nantinya jika terdapat pelanggaran penerapan protokol kesehatan dapat segera ditindak lanjuti.

Sarana dan prasarana untuk protokol kesehatan seperti wastafel tempat cuci tangan, masker, tempat sampah, hand sanitizer, sabun cair, tenda isolasi, dan rambu informasi juga telah dilengkapi. Kampanye protokol kesehatan pun telah diberikan kepada pengelola dan dipasang di destinasi wisata. Untuk memudahkan pendataan wisatawan, mereka nanti juga diminta untuk melakukan reservasi melalui aplikasi visiting jogja.

“Harapannya kegiatan kepariwisataan tetap berjalan dengan baik, tidak ada penyebaran virus covid-19 di tempat wisata,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengaku pihaknya tidak ada program khusus dalam menyambut libur akhir tahun 2020. Fokus PHRI Gunungkidul saat ini adalah memastikan protokol kesehatan (prokes) tetap dijalankan oleh seluruh anggota.

Sejauh ini Hotel Restoran di Gunungkidul telah menerapkan prokes yang baik dan semakin diperketat menjelang akhir tahun. Hal itu untuk mengantisipasi adanya penularan virus covid19.

“Dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru kondisi dan aktivitas kepariwisataan juga sudah berangsur pulih. Tentu dengan penerapan penerapan protokol kesehatan,” ungkap Sunyoto.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler