Pariwisata
Minim Komplain Terkait Layanan, Jumlah Wisatawan Libur Lebaran Lebihi Target
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul merasakan dampak positif pasca libur lebaran tahun 2019. Pasalnya, usai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata terpenuhi, pemerintah juga masih mendapatkan Rp 1,26 Miliar tambahan pada satu minggu setelah libur lebaran tiba. Kawasan wisata pantai disebut masih menjadi penyumbang terbanyak PAD pariwisata Gunungkidul.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, PAD pariwisata pada musim libur lebaran tahun ini berhasil dicapai pihaknya pada angka Rp 1,78 Miliar dari target Rp 1,3 Miliar. Hal tersebut tentu menjadi capaian yang cukup membanggakan lantaran jumlah hari libur sangatlah singkat.
“Dari tanggal 5 Juni 2019 sampai 9 Juni 2019 kita bisa capai target,” kata Asti, Senin (17/06/2019).
Ia menambahkan, prediksi menurunnya jumlah kunjungan wisatawan pada 10 Juni 2019 lantaran bersamaan dengan puncak arus balik justru tidak begitu berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan. Pasalnya, pasca tanggal 10 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019 pihaknya mendapatkan PAD pariwisata lebih dari Rp 1 Miliar.
“Dari 5 Juni sampai 16 Juni ada total 375.367 pengunjung atau Rp 3,04 Miliar. Kalau dihitung usai libur lebaran ada tambahan Rp 1,26 Miliar,” terang Asti.
Ia menjelaskan, meningkatnya kunjungan pariwisata ini merupakan dampak dari libur lebaran kemarin. Dimungkinkan, para wisatawan merasa puas dengan pelayanan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama pelaku wisata sehingga mereka mau datang kembali.
“Patut disyukuri, karena PAD pariwisata cukup lumayan,” kata dia.
Ia menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan terbanyak masih didominasi pantai. Sebab, saat ini kondisi alam sangat mendukung serta munculnya destinasi wisata baru yang mulai dilengkapi dengan fasilitas pendukung.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata, Harry Sukmono mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya tidak menerima komplain terkait buruknya pelayanan pelaku wisata. Menurutnya hal ini lantaran adanya evaluasi serta pembenahan pelayanan.
“Tidak ada laporan terkait keluhan wisatawan,” ujar Harry ketika disinggung mengenai komplain terkait harga yang tidak wajar serta adanya paksaan menyewa tikar seperti beberapa tahun lalu.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
