fbpx
Connect with us

Politik

Dipetakan Paling Rawan Konflik Saat Kampanye Terbuka, 7 Desa Ini Dapat Pengamanan Khusus Dari Aparat

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Kesiapan jajaran kepolisian, TNI, Bawaslu dan KPU terus ditingkatkan mendekati hari di mana Pemilihan Umum terselenggara. Salah satunya yakni berkaitan dengan pemetaan daerah rawan pemilihan umum, terlebih saat ini sudah mulai memasuki kampanye terbuka atau rapat umum di mana kemungkinan partai-partai mulai menggelar kampanye dengan pengerahan massa. Adanya pengerahan massa dalam jumlah cukup banyak ini tentunya cukup rawan terjadi potensi gangguan keamanan. Sehingga untuk mengantisipasi hal ini, penjagaan dan pengawalan dari aparat penegak hukum lebih ditingkatkan kembali dalam masa-masa kampanye terbuka ini. Di Gunungkidul sendiri, tercatat 7 wilayah yang menjadi pusat pengamanan lebih ekstra lantaran dipetakan menjadi daerah yang rawan konflik.

Pemetaan yang dilakukan ini bedasarkan pada persaingan yang ada, kondisi masyarakat dan wilayah, serta beberapa kategori lainnya. Ada juga pertimbangan bahwa di titik ini merupakan wilayah perbatasan dengan kabupaten lainnya, sehingga potensi konflik yang terjadi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Meski demikian dari jajaran penegak hukum tidak melupakan penjagaan di titik lain yang sekiranya juga berpotensi terjadinya konflik.

Berita Lainnya  Hasil Pilur Serentak, Sejumlah Lurah Petahana Bertumbangan

“Sudah kami petakan berdasarkan beberapa pertimbangan yang ada. Ini sebagai acuan kami untuk mengayomi dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Gunungkidul,” terang AKBP Ahmad Fuady, Kapolres Gunungkidul, Senin (25/03/2019).

Adapun diantaranya titik-titik yang masuk kategori rawan dan mendapatkan perhatian khusus adalah wilayah Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari; Desa Sambirejo dan Jurangjero, Kecamatan Ngawen; Desa Candirejo, Kecamatan Semin; Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong; dan Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop. Fuadi memaparkan, pihaknya telah memerintahkan terhadap anggota untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan.

Konsep pengamanan menurut Kapolres diterapkan secara flexible. Artinya, petugas yang bertanggung jawab mengamankan tidak hanya dari unsur kewilayahan saja, melainkan juga dari seluruh personel. Misalnya saja di daerah perbatasan masuk kabupaten lain terjadi sebuah konflik maka personil yang disiagakan dapat dengan mudah memback up dalam pengamanannya. Namun demikian fokus utama yakni berada di titik yang dijaga, jika sekiranya ada provokator yang ingin merusak suasana harus segera dilakukan penindakan.

Berita Lainnya  Pilkades Bunder Memanas, Balon Kades Ancam Layangkan Nota Keberatan

“Ada ratusan anggota gabungan yang telah kami siapkan. Ribuan dari personil Gunungkidul (TNI/Polri) dan ada pula perbantuan anggota,” imbuh dia.

Bedasarkan hasil pantauan yang dilakukan oleh pusat beberapa waktu lalu, DIY dan Solo, Jawa Tengah memang ditetapkan menjadi salah satu titik dengan kerawanan pemilihan umum baik pemilihan presiden wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Daerah. Maka dari itu, penanganan yang dilakukan pun harus tepat pula. Sehingga pesta demokrasi ini berjalan baik dan tidak ada konflik yang terjadi.

Beberapa waktu lalu, Ahmad juga mengatakan daerah pilih 1 (Playen Wonosari) dan dapil 3 (Semin, Karangmojo,Ponjong) juga menjadi fokus pengamanan para anggota kepolisian. Hal ini berkaitan dengan siapa yang bertarung memperebutkan kursi anggota legislatif. Pasalnya terdapat beberapa caleg dengan persaingan yang cukup sengit, kemudian dari pihak kepolisian pun berusaha melakukan peredaman di titik-titik tersebut.

Berita Lainnya  Anggaran Dropping Air Kecamatan Purwosari Habis

Memasuki masa kampanye terbuka atau rapat umum, persiapan pengamanan pun juga terus dilakukan. Dari Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul juga akan bergerak melakukan penanganan. Jika sekiranya terdapat kendaraan yang tidak memenuhi persyarakatan, akan dilakukan tindakan tegas. Tidak menutup kemungkinan kendaraan yang tidak sesuai dan dianggap membahayakan dapat diangkut.

Kanit Reskrim Polsek Gedangsari, Iptu Kusnan Priyono mengkonfirmasi bahwa satu desa di wilayahnya menjadi salah satu titik rawan konflik saat diselenggarakannya pemilu. Sejak beberapa pekan terakhir dari jajaran kecamatan terus berkoordinasi dan memberikan wawasan politik bagi masyarakat setempat sehingga jika terdapat hal-hal yang tidak sepantasnya langsung dapat disikapi dengan kepala dingin tanpa harus menggunakan tindakan kekerasan.

“Berdasarkan pemetaan dari atasan desa Tegalrejo masuk kawasan rawan, maka dari itu pemahaman pada masyarakat terus kami tambah. Kemudian untuk kesiapan personil terus kami tingkatkan pula,” tutur dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler