fbpx
Connect with us

Pariwisata

Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia

Published

on

Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 149
Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 150 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 151 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 152 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 153 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 154 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 155 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 156 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 157 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 158 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 159 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 161 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 162 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 163

Wonosari,(pidjar.com)–Indonesia memiliki 160 situs geopark nasional dimana lima di antaranya sudah diakui dunia sebagai kawasan Global Geopark Network (GGN) Unesco. Salah satunya kawasan Gunung Sewu yang meliputi tiga kabupaten dari tiga provinsi yakni, Kabupaten Gunungkidul yang merupakan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri yang merupakan wilayah Jawa Tengah serta Kabupaten Pacitan yang merupakan bagian Jawa Timur. Namun demikian jumlah kunjungan ke kawasan ini masih sangat minim.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Geosite Ngingrong, Rabu (14/10/2020), Sekretaris Menteri Bappenas Republik Indonesia, Himawan Hariyoga Djojokusumo mengatakan setiap kawasan geopark memiliki keunikan. Ia mencontohkan, Geosite Formasi Sambipitu, yang berisi fosil biota laut purba yang terpendam selama jutaan tahun. Namun demikian, yang menjadi permasalahan, kawasan Geopark di Indonesia belum populer. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan.

“Kita ada lima tapi kunjungan wisatawan ke lima kawasan tersebut masih jauh tertinggal hanya 5 juta per tahun,” kata Himawan.

Himawan mengatakan, di Malaysia hanya ada satu kawasan GGN, namun per tahun jumlah kunjungan wisata lebih dari 4 juta yang datang. Untuk itu kedepannya, kawasan Gunung Sewu akan dijadikan prioritas pembangunan nasional.

Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 165 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 166 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 160

“Kita sudah punya karakteristik dan keunikan sendiri, makanya berhasil mendapat pengakuan dari Unesco ini merupakan prestasi,” imbuh Himawan.

Himawan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah meminta pengelola Geopark Gunung Sewu untuk mendata kebutuhan fasilitas di kawasan yang terbentang di sisi selatan Pulau Jawa ini. Data tersebut akan dijadikan rekomendasi oleh Sekretariat Geopark di Bappenas agar nantinya lebih efektif dalam pengembangannya.

“Sebab kalo diprioritaskan ada target yang harus dicapai dan pihak mana saja yang akan digandeng. Harus ada kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak, bisa swasta dan BUMN untuk bisa berikan dukungan,” jelasnya.

Ia berharap, adanya Jalur Jalan Lintas Selatan dan juga Tol yang nantinya melewati Daerah Istimewa Yogyakarta akan memiliki dampak positif terhadap kunjungan. Baru nanti pihak investor bisa juga mengembangkan usaha fasilitas wisata di kawasan ini.

“Pemerintah sudah bukakan akses, harapannya jumlah kunjungan meningkat diikuti dengan investor yang menyediakan fasilitas,” kata Himawan.

Sementara itu General Manager Geopark Gunung Sewu, Budi Martono mengatakan, saat ini terdapat 33 geosite yang terletak di 3 wilayah. Pihaknya memiliki komitmen agar predikat ini tetap bertahan seiring dengan support dari pemerintah.

Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 168 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 169 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 170 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 171 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 172 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 173 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 174 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 175 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 176 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 177 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 178 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 179 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 180 Dirasa Kurang Populer, Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Geopark Indonesia Kalah Jauh dengan Malaysia 181

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler