fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Distribusi Bantuan Laptop Senilai Belasan Miliar “Dicicil”, Dinas Sebut Ada Kendala di Pelabuhan

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Program pengadaan bantuan peralatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gunungkidul hingga saat ini masih belum jelas. Pendistribusian bantuan ribuan laptop hingga proyektor senilai belasan miliar ini terpaksa diundur setelah rekanan penyedia mengalami kendala dalam kualitas komponen chromebook. Sebelumnya rencana bantuan tersebut maksimal akan disalurkan pada tanggal 19 November 2021 ke 49 SD dan 9 SMP di Gunungkidul. Yang menarik, beberapa bulan silam, PPK proyek ini sempat menyebut bantuan TIK ini telah diberikan ke sekolah-sekolah.

Salah seorang guru yang mengajar di sekolah yang tercatat menerima bantuan TIK, SDN Gedangan 1 Karangmojo, Antoro, menyampaikan, pihaknya rencananya akan mendapatkan dua paket bantuan yaitu pengadaan TIK dan pengadaan media pembelajaran. Hingga saat ini, pihaknya sudah menerima 3 unit Chromebook, 3 unit kabel HDMI, dan 3 unit Screen Proyektor yang berasal dari bantuan media pembelajaran.

“Kemarin kami menerima bantuan itu tanggal 8 November 2021. Ini bantuan dari program media pembelajaran, kalau yang bantuan TIK belum datang. Katanya kekurangannya akan dikirimkan selanjutnya,” ucap Antoro, Kamis (18/11/2021).

Sebelumnya, pada tanggal 2 November 2021 lalu, pihak sekolah telah diundang dalam rangka sosialisasi terkait akan adanya bantuan TIK dan media pembelajaran. Dalam sosialisasi itu, bantuan sendiri akan diberikan maksimal tanggal 19 November 2021.

Untuk bantuan media pembelajaran, sebanyak 49 sekolah akan menerima 3 unit Chromebook, 1 unit Wireless Router, 3 unit projector, 3 unit connector, dan 3 unit layar proyektor. Bantuan media pembelajaran sendiri telah dianggarkan sebesar Rp. 45 juta tiap sekolah. Sedangkan untuk bantuan TIK, terdapat 49 sekolah yang akan mendapatkan bantuan masing-masing 29 unit Chromebook, 2 unit Wireless Router, 1 unit Projector, 1 unit Printer, 1 unit Connector, 1 unit Scanner, dan 1 unit layar proyektor dengan anggaran Rp. 214.216.000 per sekolah.

“Kemarin katanya maksimal tanggal 19 November 2021 ini, semoga saja segera datang,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdikpora Gunungkidul, Taufik Aminudin, melalui Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Pranoto, menyampaikan, pendistribusian bantuan TIK dan media pembelajaran memang direncanakan mundur dari jadwal yang sudah ditentukan. Hal tersebut karena penyedia masih menunggu baterai laptop untuk dirangkai setelah sebelumnya melakukan retur.

“Kemungkinan diundur, ini sedang mengurus dokumen-dokumennya. Sebenarnya saat itu penyedia tinggal merangkai baterai laptop, tapi baterai yang datang kualitasnya jelek sehingga diretur. Ini masih menunggu proses itu,” jelas dia.

Dengan adanya kendala itu, ia menyampaikan jika bantuan awalnya rencananya diundur hingga tanggal 25 November 2021 nanti. Namun karena adanya potensi terkendala pendistribusian barang saat berada di pelabuhan mengingat masih pandemi, maka rencananya pendistribusian barang akan diundur maksimal hingga 10 Desember 2021 mendatang.

“Awalnya penyedia bisa tanggal 25 November, tapi sekarang kan masih masa pandemi. Kita juga tidak tahu apakah ada pembatasan saat di pelabuhan, maka dari itu kita undur maksimal tanggal 10 Desember. Kita samakan dengan yang SMP,” terang Pranoto.

Ia membenarkan jika sudah ada sejumlah yang menerima bantuan media pembelajaran, namun bantuannya belum komplit sehingga paket bantuan lainnya akan disusulkan maksimal tanggal 10 Desember 2021 nanti.

“Kalau bantuan datang yang membuka harus petugas dari penyedia untuk memastikan kelengkapannya, biar bisa dipasang dan segera digunakan,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang SMP, Tijan, ia membenarkan jika pendistribusian bantuan TIK dan media pembelajaran bagi 9 SMP di Gunungkidul diundur karena penyedia mengalami kendala. Ia menyampaikan jika pengunduran waktu akan dilakukan maksimal hingga tanggal 10 Desember mendatang. Ia berharap penyedia segera menyelesaikan kendala yang dihadapi dan pendistribusian segera dapat dilaksanakan.

“Katanya karena ada pembatasan barang masuk ke pelabuhan, sehingga ada permohonan adendum perpanjangan waktu dari penyedia,” jelas Tijan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler