fbpx
Connect with us

Sosial

Ditengarai Jadi Biang Aksi Klithih, Polisi Tegaskan Perang Terhadap Pil Koplo

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Fenomena klithih sejak beberapa tahun terakhir ini terus menghantui warga masyarakat di DIY khususnya di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan belakangan ini di Kabupaten Bantul. Merembetnya fenomena ini tentunya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi wilayah-wilayah yang hingga saat ini minim aksi bar-bar ini.

Jajaran kepolisian Resor Gunungkidul sendiri terus berusaha membendung melebarnya fenomena klitih ini di Bumi Handayani. Selain peningkatan operasi patroli dan beberapa kegiatan lainnya, juga dilakukan upaya dari Sat Resnarkoba untuk ikut serta mengantisipasi hal ini. Berdasarkan data, para pelaku klithih yang tertangkap sebagian besar memang dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Obat-obatan seperti misalnya pil koplo ini digunakan para pelaku untuk meningkatkan keberanian mereka ketika beraksi.

Kasat Resnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo bedasarkan pemeriksaan yang dilakukan dan menengok pengakuan pelaku-pelaku lain, mereka mengkonsumsi obat-obatan semacam ini lantaran dianggap murah dan efeknya pun luar biasa. Pil koplo semacam ini marak beredar di kalangan remaja. Hal ini tentunya tegak lurus dengan sebagian besar pelaku klithih yang juga masih berusia remaja.

Berita Lainnya  Kisruh PTSL di Watusigar, Dari Potensi Sertifikat Ganda Hingga Tanah Negara Bersertifikat Pribadi

“Salah efeknya adalah meningkatkan keberanian mereka to kalau mengkonsumsi seperti itu, kemudian efeknya juga membuat fly,” terang AKP Tri Wibowo.

Tak heran dalam kondisi terpengaruh pil koplo semacam ini, para pelaku menjadi nekat dan bahkan tak kenal belas kasihan dalam aksinya yang tanpa motif ini. Tri sendiri mengakui bahwa di Gunungkidul sendiri, pil koplo marak beredar di kalangan remaja. Sehingga ada kekhawatiran apabila hal ini dibiarkan, akan berpotensi timbul aksi klithih yang meresahkan masyarakat Gunungkidul.

“Operasi yang kami lakukan, selain untuk menumpas peredaran narkoba di Gunungkidul yang dikhawatirkan terus menggerogoti generasi milenial juga untuk mengantisipasi terjadinya klitih,” ujarnya.

Adapun menurutnya, selama ini belum ditemukan mereka yang mengkonsumsi obat-obatan masuk dalam genk-genk klitih layaknya yang sering ditemukan di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Kendati demikian, upaya antisipasi ini sangatlah perlu dilakukan agar generasi muda memiliki pola hidup yang baik dan tidak terkontaminasi dengan barang-barang berbahaya itu.

Berita Lainnya  Hujan Diperkirakan Segera Turun, 70% Lahan Pertanian di Gunungkidul Telah Diolah

“Sejauh ini upaya yang kami lakukan ya menyasar ke sekolah-sekolah dilakukan sosialisasi, kemudian juga penyisiran dan penyelidikan adanya pelaporan dari masyarakat,” tambahnya.

Mantan Kapolsek Panggang ini meminta para orang tua lebih mengenali sifat dan sikap anak-anaknya. Jika sekiranya ada yang sedikit menyimpang patut ditanyakan dan kemudian diarahkan untuk lebih baik kembali.

“Orang yng mengkonsumsi obat semacam itu kan tindakan dan dari raut mukanya saja sudah nampak beda,” jelas dia.

Beberapa waktu lalu, di Gunungkidul sempat asa sejumlah tindak kriminalitas yang terjadi. Baik penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok tidak dikenal bahkan gesekan antar pelajar dari luar daerah di obyek wisata. Kejadian ini sempat menjadi perhatian bersama oleh petugas kepolisian, upaya pemantauan dan pengamanan pun lebih diperketat kembali.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler