fbpx
Connect with us

Uncategorized

Ditinggal Pertemuan, Ranti Gantung Diri di Emperan Rumah

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Aksi gantung diri kembali terjadi di Gunungkidul. Pada Sabtu (22/05/2021) malam tadi, Ranti (68) warga Padukuhan Suru, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di emperan belakang rumahnya. Hingga berita ini dilansir, belum diketahui secara pasti motif korban melakukan aksi ini.

Kapolsek Ngawen, AKP Parliska saat dikonfirmasi mengungkapkan, aksi bunuh diri yang dilakukan Ranti ini pertama kali diketahui oleh Parno Sukismo, yang tak lain merupakan suami korban sendiri. Korban ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB. Saat ditemukan, Ranti sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Diceritakan Parliska, pada malam tadi, Parno pergi meninggalkan rumah untuk menghadiri pertemuan kelompok di balai padukuhan setempat. Saat itu, tak ada kecurigaan dari Parno yang meninggalkan Ranti di rumah sendirian. Hal ini lantaran, sebelumnya tidak ada tindak-tanduk yang mencurigakan dari korban.

Usai menghadiri pertemuan tersebut, Parno lantas pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah, saksi langsung mencari istrinya. Parno sendiri mulai curiga lantaran saat dicari maupun dipanggil, Ranti tak kunjung merespon. Parno yang merasa ada yang tak beres kemudian melakukan pencarian di seantero rumahnya. Namun, Ranti tak kunjung ditemukan.

Pencarian sendiri lalu dilanjutkan ke luar rumah, tepatnya di belakang rumah. Hanya berselang beberapa waktu, akhirnya Ranti berhasil ditemukan. Namun begitu, Parno harus mendapati kenyataan lantaran sang istri ditemukan dalam kondisi kaku tergantung di seutas tali.

“Sebelum ditinggal suaminya pertemuan, korban hanya tiduran di tempat tidurnya,” kata AKP Parliska, Sabtu malam.

Melihat hal mengerikan ini, Parno lantas berteriak meminta pertolongan warga. Tak berselang lama, warga yang mendengar teriakan tersebut lantas berdatangan untuk melihat apa yang terjadi.

Sejumlah warga kemudian melaporkan kejadian gantung diri ini ke Mapolsek Ngawen dan Puskesmas setempat. Sejumlah petugas dari Polsek Ngawen maupun Puskesmas Ngawen lantas mendatangi lokasi kejadian guna melakukan evakuasi serta pemeriksaan. Adapun dari hasil pemeriksaan, petugas tidak ditemukan adanya unsur kekerasan. Di tubuh korban sendiri, tepatnya di bagian leher, terdapat luka bekas. Selain itu, ciri-ciri yang didapati petugas sendiri identik dengan korban gantung diri. Di mana di dubur mengeluarkan kotoran dan lidah menjulur tergigit.

“Korban murni meninggal gantung diri. Sebelum kejadian informasi yang kami terima tidak ada permasalahan,” imbuhnya.

Setelah selesai pemeriksaan jenazah kemudian diserahkan kepihak keluarga untuk dilakukan pemakaman sesuai dengan adat yang berlaku.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler