Connect with us

Pemerintahan

DLH Sebut Masih Banyak Penambangan Liar di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul menyebut bahwa saat ini masih banyak aksi penambangan liar yang terjadi di Gunungkidul. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak pihak lantaran tak bisa dipungkiri, aktifitas ilegal ini memicu terjadinya kerusakan lingkungan.

Sekretaris DLH Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, belum lama ini diperingati Hari Lingkungan Hidup Internasional. Meski tidak ada kegiatan khusus dalam peringatan tersebut, namun hal ini menjadi evaluasi kondisi lingkungan di Gunungkidul.

Adanya Perda Tata Ruang yang memperbolehkan pemanfaatan kawasan lindung untuk kegiatan usaha, membuat banyak lokasi perbukitan di Gunungkidul yang telah dikepras. Baik untuk kepentingan penggunaan lahannya, maupun hanya untuk perdagangan batu. Namun bagi beberapa usaha yang memiliki izin, kegiatan tersebut masih bisa dipantau oleh pihaknya.

Berita Lainnya  Resmi Jadi Komandan Anyar Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Noppy Langsung Prioritas Amankan Pemilu 2019

“Perda tata ruang kita memang membolehkan pemanfaatan kawasan lindung untuk kegiatan usaha dan itu syaratnya harus ada Amdal (Analisis Dampak Lingkungan). Kalau usaha atau kegiatan yang sudah ada Amdal, kita bisa awasi dengan laporan per semester dari kegiatan itu,” ucap Aris, Rabu (10/06/2020).

Sayangnya, tak hanya untuk kegiatan usaha saja, namun ada eksploitasi secara liar terhadap batuan kapur di Gunungkidul. Hal ini menjadi permasalahan serius dan pihaknya berharap penegakan Perda bisa dilakukan secara tegas oleh pihak berwenang. Jika dibiarkan secara terus menerus, dampaknya akan terjadi kerusakan lingkungan yang cukup serius.

“Yang menjadi masalah adalah banyak keguatan yang tanpa ijin. Sehingga tidak bisa kami pantau dan awasi karena ini pada ranah penegakan Perda, karena ada pelanggaran tata ruang,” ungkap dia.

Dengan adanya kerusakan alam ini, pihaknya turut mengamati terjadinya fenomena alam yang mengarah kepada kebencanaan. Seperti beberapa waktu lalu, mulai banyak terlihat genangan air atau banjir saat hujan deras mengguyur wilayah Gunungkidul. Menurut analisa yang dilakukan pihaknya, fenomena ini terjadi akibat kerusakan lingkungan.

Berita Lainnya  Menikmati Lezatnya Ungkrung, Makanan Rakyat Gunungkidul Yang Kini Berharga Mahal

“Salah satunya adalah penambangan liar yang diketahui saat ini semakin banyak dan baru terasa dampaknya,” paparnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya pertambangan juga berdampak pada berkurangnya jumlah pohon. Sehingga ketika hujan deras, air banyak yang tidak terserap dan bahkan mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

“Karena tidak banyak pohon air tidak bisa tertahan, jadi longsor air kan tidak bisa diserap sehingga banjir atau menggenang,” terang dia.

Di sisi lain, dalam peringatan hari lingkungan hidup ini, pihaknya juga menyoroti adanya sisi baik dampak covid-19 bagi lingkungan. Minimnya aktifitas masyarakat serta aktifitas pabrik membuat kualitas udara di Gunungkidul semakin membaik.

“Dengan banyaknya industri yang off selama pandemi, baku mutu kualitas udara semakin baik,” jelasnya.

Berita Lainnya  Gunungkidul Cerdas dan Ayundya Si Menik Makan Sego Ceting, Program Pemerintah yang Diklaim Sukseskan 100 Smart City

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Berita Terpopuler