fbpx
Connect with us

Sosial

Keheningan Merapi, Lukisan Sidik Dilelang untuk Bantu Korban Erupsi

Published

on

Sleman,(pidjar.com)– Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api aktif yang selalu menjadi primadona banyak orang. Keindahan dan kegagahannya seringkali menghipnotis banyak orang baik masyarakat lokal ataupun wisatawan dari daerah lain. Tak sedikit yang ingin mengabadikan momen-momen tertentu dari gunung yang berdiri tegak di wilayah Jawa Tengah dan DIY ini.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Sidik W Martowidjojo ‘Pit Mabuk’. Minggu (17/01/2021) tadi maestro ini melakukan kegiatan melukis amal di Embung Kaliaji Turi Sleman. Di kanvas berukuran 1×1,5 meter itu tangannya mulai menggoreskan kuas untuk menggambarkan gunung api yang dikenal banyak orang ini.

Karyanyaa diberi judul ‘Keheningan Merapi’ dan didedikasikan untuk para relawan Merapi dan relawan Covid-19 yang sudah mengorbankan waktu, tenaga untuk kemanusiaan.

Menurut Sidik, Gunung Merapi sudah dikenal dunia internasional, seperti Pulau Bali. Merapi ini dapat dikatakan merupakan simbol kekuatan (power) dan juga persatuan bangsa. Merapi juga sudah banyak memberi kesejahteraan kepada masyarakat. Muntahan material banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengais rejeki dan masih banyak lainnya.

Merapi selalu memberi aba-aba saat akan meletus, sehingga sangat sedikit menimbulkan korban jiwa.

Sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Ilahi yang telah memberikan bumi yang indah ini, hening seperti keheningan Merapi yang bisa kita rasakan saat ini,” ujar Sidik.

Kegiatan melukis amal ini merupakan kolaborasi antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY melalui program ‘PWI DIY Peduli’ dengan pelukis Sidik Martowidjojo dan Pemerintah Desa Wonokerto Turi.

Koordinator Melukis Amal, Widyo Suprayogi mengatakan, terdapat dua lukisan Sidik Martowidjojo yang akan dijual atau dilelang untuk amal. Yang pertama adalau lukisan ‘Keheningan Merapi’ dan yang satunya adalah lukisan ‘Pintu Surga’. Kedua lukisan itu dibuka di harga Rp 200 juta. Panitia memberikan waktu 10 hari hingga 27 Januari 2021 bagi masyarakat luas misalnya kolektor lukisan, instansi, perorangan untuk mengajukan penawaran harga.

Lukisan-lukisan ini akan dipublikasi selama 10 hari kedepan untuk proses lelang. Kemudian nanti akan diumumkan secara virtual pada 27 Januari mendatang,” ujar Widyo.

Bagi pihak-pihak yang tidak berniat membeli lukisan namun ingin berdonasi bagi relawan Covid19 dan relawan juga diperbolehkan. Panitia akan memfasilitasinya, donasi akan diberlakukab batas minimal 500 ribu dan mendapatkan 1 kupon, berlaku untuk kelipatannya.

Nanti donatur akan mendapat 1 kupon kemudian akan kita undi dihadapan notari tanggal 27 Januari. Bagi yang kuponnya keluar akan mendapatkan 1 lukisan,”sambung dia.

Untuk penawaran lelang dan donasi (Rp 500 ribu) bisa menghubungi panitia 0813-3554-4699 (Ayi). Hasil penggalangan dana dari melukis amal ini untuk membantu relawan Merapi dan Relawan Covid-19 di Desa Wonokerto Turi.

Ketua PWI DIY Hudono SH mengatakan, kegiatan melukis amal ini gemanya tidak hanya nasional, tapi internasional. Dikarenakan Maestro Sidik Martowidjojo kalibernya adalah pelukis internasional. Pesan penting yang ingin disampaikan Maestro Sidik lewat kegitan melukis amal ini adalah menggugah kepedulian sosial dan kemanusiaan dari berbagai pihak terutama seniman agar peduli dengan para relawan yang sudah banyak berkorban untuk kemanusiaan, tapi sangat sedikit diperhatikan.

Ini momentum tepat menggugah kepedulian sosial para seniman untuk lebih banyak berkiprah bagi kemaslahatan masyarakat. Mudah-mudahan menginspirasi seniman lainnya baik di nasional maupun internasional,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler