fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Drama Pembangunan Gedung Belasan Miliar RSUD Saptosari, Proggres Lamban Hingga Mantan Direktur Jadi “Korban”

Diterbitkan

pada

BDG

Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Pembangunan gedung rawat inap dua lantai RSUD Saptosari saat ini terus dikebut. Pasalnya meski sudah sekitar tiga bulan berjalannya pembangunan, progres saat ini baru menyentuh angka sekitar 30%. Bahkan rumornya, lambannya proggres pembangunan gedung senilai belasan miliar telah memakan korban dengan digantinya Direktur RSUD Saptosari.

Direktur RSUD Saptosari, Damayanti Mustikarini, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Pada tahun ini pihaknya mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan gedung rawat inap dua lantai di RSUD Saptosari. Pembangunan dengan pagu awal Rp. 14,6 miliar itu diakuinya progres pembangunannya belum sesuai target yang diharapkan.

“Setelah lelang itu anggarannya menjadi sekitar Rp. 11,6 miliar dan ada penambahan sebanyak 10 persen, jadi total anggarannya Rp. 12,7 miliar bersumber dari DAK,” jelasnya, Selasa (26/09/2023)

Berita Lainnya  Beban Listrik Capai 2,5 Miliar Per Bulannya, Pemerintah Naikkan Tarif PDAM

Lebih lanjut, disebutnya pembangunan gedung rawat inap dua lantai tersebut diestimasikan diselesaikan selama enam bulan. Namun dalam proses pembangunannya, diakuinya saat ini targetnya belum sesuai harapan. Ia memperkirakan hingga saat ini, progres pembangunan baru berjalan sekitar 30 persen.

“Tandatangan kontrak itu bulan Juli 2023, istilahnya saya kan masih belum lama menjadi direktur dan memastikan pengerjaannya bisa selesai sesuai target,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu faktor lambatnya pembangunan gedung rawat inap dua lantai ialah karena pekerja yang kurang lihai dalam hal kontruksi. Hal itu menurutnya menyebabkan pembangunan gedung cukup terkendala. Saat ini, kendala tersebut sudah dapat diatasi dengan membawa tenaga dari luar daerah seperti Demak dan Purbalingga yang dianggap lebih mengerti tentang konstruksi.

Berita Lainnya  Jelang Ramadhan, Ibadah di Masjid Disesuaikan dengan Zonasi

“Beberapa hari ini pengerjaannya lebih cepat karena memakai tenaga kerja khusus konstruksi yang dibawa dari Demak dan Purbalingga, sebelumnya memakai tenaga lokal yang kurang paham,” ujarnya.

“Sejauh ini kendalanya memang dari tenaga ya, jadi memang perlu keahlian khusus untuk membangun ini,” sambung Damayanti.

Meski baru berjalan sekitar 30%, ia optimis pembangunannya dapat selesai sesuai target pada 18 Desember 2023 mendatang. Proses pembangunan sendiri sudah mulai mengerjakan lantai dua dan berbarengan dengan penembokan di lantai satu. Diharapkan, meskipun sempat terkendala, pembangunan gedung tersebut dapat selesai sehingga mampu menunjang fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

“Kita optimis bisa selesai 18 Desember mendatang, setelah ada pekerja dari Purbalingga dan Demak memang pengerjaannya bisa lebih cepat,” pungkasnya.

Berita Lainnya  Dua Tahun Tak Naik Gaji, ASN Pemkab Gunungkidul Dapat Ganti Kenaikan THR

Sementara itu, mantan Direktur RSUD Saptosari, Eko Darmawan saat dikonfirmasi enggan menjelaskan secara detail. Walau begitu, ia mengakui bahwa saat menjabat dulu sempat gusar lantaran proggress pembangunan yang sangat lamban. Pihaknya lantas memberikan surat teguran kepada rekanan yang menggarap proyek itu.

“Saya tidak bisa menjelaskan detail, karena selepas memberikan surat teguran itu saya dipindah,” beber Eko.

Ia menampik bahwa pemindahannya itu terkait dengan surat teguran yang sempat ia berikan.

“Saya sudah tidak monitor semenjak pindah,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler