Uncategorized
Dua Jurus PLN Kejar Sisa 0,20% Rumah Tangga Tanpa Listrik di Yogyakarta
Wonosari, (pidjar.com)— PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta menyiapkan dua strategi utama untuk mengejar pemerataan akses listrik hingga tingkat rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah ini dilakukan untuk mengentaskan sisa 0,20 persen rumah tangga yang berada di lokasi terpencil dan belum menikmati listrik PLN.
“Menjadi tugas PLN untuk melistriki seluruh rakyat Indonesia. Melalui Proyek Lisdes, PLN hadir mewujudkan listrik yang berkeadilan hingga ke seluruh pelosok negeri,” ujar Senior Manager Teknik PLN UID Yogyakarta, Sudarto.
Strategi pertama adalah Program Listrik Desa (Lisdes) yang didukung oleh APBN. Program ini berfokus pada pembangunan infrastruktur jaringan fisik di wilayah yang sulit dijangkau.
Untuk menjangkau rumah tangga terpencil, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), serta gardu distribusi.
Pada 2025, PLN telah menuntaskan pembangunan Lisdes di 64 lokasi yang tersebar di 15 kecamatan dan 33 desa. Wilayah Kulon Progo dan Gunungkidul menjadi penerima alokasi terbanyak.

Memasuki 2026, PLN kembali mengejar target 27 lokasi di empat kabupaten. Proyek senilai miliaran rupiah ini ditargetkan tuntas pada 31 Desember 2026 dan akan membuka akses listrik bagi 135 calon pelanggan baru.
Selain membangun infrastruktur jaringan, strategi kedua PLN adalah menjalankan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program ini menyasar warga kurang mampu agar bisa mendapatkan sambungan listrik gratis ke rumah mereka.
Target BPBL pun terus ditingkatkan secara signifikan. Pada 2025, program BPBL menyasar 2.250 pelanggan. Sementara pada 2026, target tersebut melonjak menjadi 5.700 pelanggan.
Kedua pendekatan ini berjalan saling melengkapi. Lisdes bertugas menarik kabel dan menancapkan tiang hingga permukiman terpencil, sedangkan BPBL memastikan warga tidak terkendala biaya saat hendak menyambung listrik ke dalam rumah.
Tak hanya proyek tahunan, PLN UID Yogyakarta bersama Ditjen Ketenagalistrikan KESDM juga telah menyusun roadmap Lisdes jangka menengah periode 2025–2029.
Dalam jangka lima tahun tersebut, PLN memproyeksikan kebutuhan anggaran hingga Rp8 miliar. Targetnya adalah membangun jaringan listrik di 50 desa dengan potensi 329 pelanggan baru.
Upaya terpadu ini turut mendapat dukungan dari Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI Subardi menegaskan bahwa listrik bukan sekadar penerangan.
“Listrik adalah investasi masa depan, penggerak ekonomi desa, pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan,” pungkas Subardi.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
