Connect with us

Uncategorized

Gunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menjajaki kerja sama antarpemerintah dengan pemerintah daerah di Korea Selatan. Kerja sama tersebut diarahkan pada pembukaan akses kerja bagi warga Gunungkidul melalui program tenaga kerja musiman (seasonal worker) di sektor pertanian dan perikanan, khususnya aquaculture.

Perwakilan dari Korea Selatan, Han, Korea Selatan memiliki kebutuhan tenaga kerja musiman dalam jumlah besar. Para pekerja nantinya diproyeksikan menjalani kontrak selama delapan bulan sesuai dengan kebutuhan musim kerja di negara tersebut.

Nantinya, mekanisme kerja sama akan diarahkan melalui skema Government-to-Government (G2G), termasuk pola kerja sama antarpemerintah daerah atau bupati-to-bupati. Skema tersebut dinilai penting untuk memastikan proses perekrutan hingga keberangkatan pekerja berlangsung secara resmi, transparan, dan memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja.

Dari sisi pendapatan, program ini juga menawarkan peluang yang cukup besar. Han menyebut estimasi penghasilan pekerja dapat mencapai sekitar Rp30 juta per bulan. Dengan masa kontrak delapan bulan, penghasilan bruto seorang pekerja secara keseluruhan berpotensi mencapai sekitar Rp240 juta.

Untuk tahap awal, Gunungkidul direncanakan memperoleh kuota 100 pekerja. Jumlah tersebut dibagi untuk dua bidang, yakni 50 orang pada sektor pertanian dan 50 orang di sektor perikanan.

Berita Lainnya  Tujuh Camilan Mahal Di Berbagai Negara

“Ada kuota 100 orang pekerja yang terbagi menjadi 2 sektor yakni pertanian dan perikanan,” ucapnya

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai peluang tersebut dapat menjadi salah satu strategi untuk membuka lapangan kerja bagi generasi muda, terutama lulusan SMA dan SMK yang tidak meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, pada tahun ini terdapat sekitar 8.700 lulusan SMA/SMK di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, sekitar 92 persen lulusan SMK dan 44 persen lulusan SMA disebut tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena lulusan sekolah menengah membutuhkan akses terhadap pekerjaan maupun peluang pengembangan keterampilan.

Endah berharap program kerja ke Korea Selatan dapat menjadi alternatif positif bagi anak muda untuk memperoleh penghasilan sekaligus pengalaman kerja internasional.

“Langkah ini juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah generasi muda terjerat masalah sosial seperti judi online dan ketergantungan pada bantuan sosial,” ujarnya.

Untuk mempersiapkan calon pekerja, Pemkab Gunungkidul juga merancang sejumlah tahapan sebelum keberangkatan. Salah satunya melalui pelatihan bahasa dan pemahaman budaya Korea Selatan. Dalam hal ini, pemerintah daerah akan menggandeng Universitas Diponegoro untuk memberikan pembekalan bahasa Korea sekaligus memperkuat etos kerja calon tenaga kerja.

Berita Lainnya  Pendaftaran Calon Lurah Resmi Dibuka

Program tersebut tidak hanya diarahkan agar masyarakat mendapatkan penghasilan selama bekerja di Korea Selatan. Pemerintah daerah juga ingin memastikan pendapatan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga setelah mereka kembali ke Gunungkidul.

Karena itu, para pekerja nantinya akan didorong untuk mengelola hasil pendapatan sebagai modal usaha produktif maupun melalui koperasi. Dengan demikian, manfaat dari program kerja musiman tersebut diharapkan tidak berhenti ketika masa kontrak berakhir.

Pemkab juga menyiapkan mekanisme pendampingan dan pengawasan terhadap pekerja. Bupati menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan kontrak kerja, termasuk memastikan pekerja tidak melarikan diri ataupun berpindah perusahaan secara ilegal. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga nama baik Gunungkidul sekaligus mempertahankan kepercayaan dari mitra di Korea Selatan.

Endah menegaskan, kerja sama tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan jumlah warga yang bekerja di luar negeri. Lebih jauh, program tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Berita Lainnya  Tiga Hari Pencarian, Pemancing Hilang di Pantai Jogan Ditemukan Petugas

“Keberhasilan kerja sama ini bukan diukur dari berapa banyak yang berangkat, tapi seberapa besar mereka memperoleh kompetensi dan pengalaman internasional untuk meningkatkan kesejahteraan daerah asal,” tegasnya.

Jika seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, proses seleksi dan administrasi calon pekerja akan segera dimulai. Keberangkatan diproyeksikan berlangsung pada Maret atau April mendatang, menyesuaikan dengan musim tanam di Korea Selatan.

Pemkab Gunungkidul juga membuka kemungkinan melibatkan kabupaten lain di wilayah DIY dalam kerja sama tersebut. Keterlibatan daerah tetangga diharapkan dapat memperkuat posisi tawar pemerintah daerah ketika membangun kerja sama dengan mitra di Korea Selatan.

Dengan konsep tersebut, program pekerja musiman diharapkan tidak hanya menjadi jalan keluar bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengentasan kemiskinan melalui peningkatan keterampilan, pengalaman, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler