fbpx
Connect with us

Politik

Dua Minggu Jalannya Kampanye Pemilu 2024, Bawaslu Belum Temukan Pelanggaran dan Kampanye Terselubung

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Masa kampaye partai politik ataupun calon legislatife telah berlangsung selama 2 minggu, dimulai sejak tanggal 28 November 2023 lalu. Berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul hingga saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran maupun praktek Kampanye terselubung. Kendati demikian, pengawas yang berada di tingkat kapanewon dengan intensif melakukan pengawasan dan pemantauan.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Andang Nugroho mengatakan berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh jajarannya dan Panwascam sejauh ini kampanye yang dilakukan oleh partai politik dan para caleg berlangsung aman dan tertib. Dimana masing-masing mengikuti regulasi yang ada. Meski sempat ada laporan mengenai pengrusakan alat peraga kampanye (APK) namun dari Bawaslu tidak bisa memproses lebih lanjut hal tersebut.

Berita Lainnya  27 Hari Menuju Pilkada Gunungkidul, KPU Terus Lakukan Persiapan

“Memang sempat ada kejadian pengrusakan namun tidak bisa kami teruskan karena beberapa hal formal dan material yang tidak terpenuhi. Ada pelapornya, ada barang bukti yang rusak namun untuk terlapornya tidak ada,” ucap Andang Nugroho dalam acara koordinasi dengan para Panwascam, Selasa (12/12/2023).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, berkaitan dengan pengrusakan APK tentu kedepannya menjadi salah satu hal yang menjadi sorotan Bawaslu. Sebab hal semacam ini sering terjadi pada saat masa-masa kampanye seperti ini. Hal tersebut justru menjadi kerawanan tersendiri pada suhu menjelang pemilihan umum.

“Ya ini yang tentunya terus kami pantau dan lakukan pengawasan selain dengan beberapa kegiatan kampanye lain. Kami berharap pengrusakan APK seperti yang dulu-dulu jangan sampai dilakukan. Mari tetap menjaga kondusifitas jelang pemilu 2024,” imbuh dia.

Berita Lainnya  Puluhan Ribu Data Pemilih Dicoret KPU, Termasuk Orang Tak Dikenal dan Meninggal

Disinggung mengenai kampanye terselubung, dirinya mengaku hingga saat ini belum ada hal-hal semacam ini yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, temuan di lapangan hanya partai politik ataupun caleg dalam laporan pemberitahuan kampanye agak mepet sehingga itu yang perlu diingatkan kembali.

“Ya Cuma agak mepet saja waktu pemberitahuan dengan pelaksanaan kampaye. Tapi kemudian dikoordinasikan dengan temen-temen Panwascam,” jelas Andang.

Selasa (12/12/2023) siang tadi, Bawaslu Gunungkidul bersama dengan jajaran Panwascam se-Kabupaten Gunungkidul melakukan rapat koordinasi penyusunan saran perbaikan dalam mencegah dugaan pelanggaran administrasi terkait dengan pemasangan APK.

“Kegiatan ini untuk mendapatkan saran perbaikan mencegah dugaan pelanggaran administrasi terkait dengan pemasangan alat peraga kampanye sesuai dengan Peraturan Bawaslu nomor 5 tahun 2022,” papar dia.

“Kalau untuk pemasangan APK tentunya terus kami pantau juga bersama dengan jajaran Satpol PP Gunungkidul. Temuan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada pasti ada. Nah itu yang memiliki ketugasan untuk pencopotan adalah Satpol PP. Beberapa waktu lalu itu sudah ribuan yang dicopot,” tutup Andang.

Berita Lainnya  Ditugaskan DPP Kawal Pembangunan Ibukota Baru, Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Akhirnya Lengser

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler