fbpx
Connect with us

Pendidikan

Gedung Dirobohkan, Puluhan Siswa SD N 2 Tepus Sekolah di Balai Padukuhan

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Tahap awal pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) yang melintas di Tanjungsari-Tepus sudah mulai dilaksanakan. Sejumlah pekerja mulai membersihkan pepohonan maupun bangunan bekas rumah warga. Salah satu bangunan rumah yang terdampak pembangunan tersebut adalah gedung SD Negeri Tepus 2 yang terletak di Padukuhan Blekonang 1, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus. Para siswa SD Negeri Tepus 2 saat ini praktis tak memiliki sekolah. Pembelajaran tatap muka bahkan saat ini harus dilakukan di Balai Padukuhan setempat.

Aktifitas alat berat di kawasan ini sejak beberapa pekan terakhir sudah mulai berlangsung. Sekitar 3 minggu lalu, bangunan SD sudah dirobohkan oleh pekerja di JJLS. Sehingga aktifitas pembelajaran sendiri terpaksa harus dilakukan di Balai Padukuhan Blekonang 1 dan Blekonang 2. Sebenarnya ganti rugi gedung itu sudah diberikan sejak 2 tahun lalu, namun demikian, hingga saat ini memang masih belum ada pembangunan gedung baru.

Komite SDN Tepus 2, Supriyadi mengaku sekitar 3 pekan lalu tiba-tiba mendapatkan pemberitahuan mengenai gedung yang akan dirobohkan. Karena terkesan mendadak, maka dirinya kemudian berunding dan meminta tenggang waktu sekitar 2 minggu untuk memindahkan barang milik sekolah.

“Setelah berunding, peralatan, perlengkapan, dan dokumen milik sekolah untuk dipindahkan ke Balai Padukuhan Blekonang 1 dan 2,” papar Supriyadi, Rabu (20/102/2021).

Sementara itu, anggota Komite SD Negeri Tepus 2, Sugiran mengatakan untuk SD tersebut informasinya akan dilakukan regrouping. Di mana rencana tersebut sudah sejak 2014 lalu. Akan tetapi banyak yang kurang sepakat dengan wacana tersebut. Sebab jarak tempuh ke sekolah SD Negeri Tepus 4 yang berada di Padukuham Gembuk dirasa terlalu jauh.

“Jaraknya sekitar 4 kilometer. Jadi wali murid banyak petimbangan, diantaranya jarak tempuh dan lainnya,” ucap Sugiran.

Ia menjelaskan, PTM di gedung balai padukuhan membuat proses belajar mengajar tidak optimal. Masyarakat berharap agar dinas memikirkan ulang atas wacana regrouping tersebut sehingga pemerintah membangunkan gedung baru untuk SD Negeri Tepus 2.

Jumlah siswa yang belajar di SD N 2 Tepus, saat ini sebanyak 37 siswa yang berasal dari 5 padukuhan, yaitu Blekonang 1, Blekonang 2, Blekonang 3, Trosari 1 dan Trosari 2. Karena tidak adanya kejelasan ini, banyak masyarakat yang ragu untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah ini. Pihak sekolah sendiri juga tidak membuka pendaftaran.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Ali Ridlo mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan bidang terkait untuk membahas tentang wacana regrouping dan penanganan SD N Tepus 2 tersebut. Pasca pembangunan, kondisi para siswa memang cukup memprihatinkan.

“Masih kami lakukan koordinasi dengan yang membidangi,” ucapnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler