fbpx
Connect with us

Sosial

Duduk Perkara Anak Lurah Kepek “Ditolak” Dirawat di IGD, RSUD Wonosari: Itu Dokter Magang

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Media Sosial Facebook tengah dihebohkan dengan curahan hati Lurah Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Bambang Setiawan berkaitan dengan pengalamannya saat membawa anaknya ke IGD RSUD Wonosari. Bambang murka setelah sang anak yang tengah mengalami kesulitan bernafas justru “ditolak” oleh tenaga kesehatan yang saat itu bertugas di IGD RSUD Wonosari. Sang petugas justru menganjurkan Bambang untuk pindah ke Rumah Sakit atau poliklinik lain.

Di akun medis sosialnya, Bambang menuliskan kekecewaan terhadap penanganan yang kurang baik di RSUD Wonosari. Hanya dalam 13 jam sejak diunggah, postingan tersebut langsung ramai oleh tanggapan teman-teman Facebook Bambang. Adapun kutipan dari postingan tersebut adalah:

“Kepada Direktur RSUD Wonosari ….. Malam ini sekitar pukul 22.00 WIB… Saya selaku warga Gunungkidul bangga dengan RSUD.. Apalagi rumah kami hanya terbatas jalan… Merasakan sakit yang amat sakit… Anak saya yang kesakitan.. Sesak napas langsung saya bawa ke IGD diantar bbrp warga… Begitu masuk ditanya Dokter jaga.. Saya jawab sesak napas.. Dakter jaga dan rekannya sempat dialog.. Dan bilang silahkan cari poliklinik atau RS yang lain… Padahal saya ke IGD itu dalam rangka ingin tahu sesak napas anak saya itu karena apa.. Atau karena anak saya juga punya kormobit asma.. Atau yang lain… Perawat sudah mau nyiapkan kursi roda buat anak saya.. Tapi kenapa dokter jaga suruh pindah ke RS lain atau poliklinik..????… Dengan rasa heran campur ngelus dada… Saya pindah ke RS yang lain…..Alhamdulillah di RS yang lain anak saya diperiksa.. Dilayani dg baik….kepada Direktur RSUD mohon suara kami ini.. Ada pencerahan bagi semua… Apapun sikap.. Dan pelayanan Dokter malam ini… Saya tetap sayang.. Saya cinta.. Dan Bangga dengan RSUD Wonosari.., Hormat kami Bambang Setiawan bs Rt 06 RW 10 Jeruk Kepek Wonosari. No HP 08122703563..”.

Saat dihubungi pidjar.com, Bambang Setiawan mengaku tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap penanganan pihak medis di RSUD Wonosari tersebut. Pada Kamis malam, ia tengah menyambangi rumah salah seorang warga. Pada saat itu, ia lantas mendapatkan telefon dari istri yang mengabarkan bahwa sang anak mengalami sesak nafas.

Mendapatkan kabar tersebut, Bambang langsung bergegas pulang. Saat itu, ia melihat sang anak sudah dalam keadaan kesulitan bernafas. Tanpa pikir panjang, ia langsung membawa putrinya ke IGD RSUD Wonosari.

Berita Lainnya  Milih Lurah Rasa Kondangan di Kecamatan Tanjungsari

“Saya dan beberapa warga langsung membawa anak saya ke RSUD Wonosari karena memang itu paling dekat dengan rumah saya. Harapannya anak saya bisa segera mendapatkan penanganan karena saya lihat memang kesulitan bernafas,” kata Bambang Setiawan saat dikonfirmasi, Jumat (04/03/2022).

Setiba di RSUD Wonosari, Bambang lantas menuju ke bagian pendaftaran. Sedangkan sang putri sendiri menunggu di mobil. Ketika itu, ia sempat ditanyai perihal keluhan dari anaknya. Kagetlah dia lantaran ketika selesai memaparkan keluhan dan meminta agar sang anak segera ditangani, sang dokter jaga yang bertugas di IGD RSUD Wonosari justru meminta Bambang untuk membawa anaknya ke poliklinik atau rumah sakit lain jika meminta segera ditangani.

Berita Lainnya  Usung Konsep Ramah Lingkungan, Dua Desainer Gunungkidul Berjaya di Ajang Jogja Fashion Week 2019

Dia melanjutkan, di tengah kekalutannya, ia sempat berusaha mendebat perkataan sang dokter. Namun kemudian, ia teringat anaknya yang menunggu di mobil dalam kondisi kesulitan bernafas.

“Padahal saya melihat salah seorang perawat sudah menyiapkan kursi roda dan tempat tidur untuk anak saya. Jika memang kami disuruh melakukan prosedur penanganan kami siap, termasuk misal jika diminta untuk rapid antigen,” jelas Bambang.

“Saya waktu itu yang penting anak saya bisa segera ditangani karena keluhannya kesulitan nafas yang hitungannya bisa menit saja, sehingga saya balik ke mobil dan kemudian berpindah rumah sakit. Langsung saya bawa ke RS Bethesda Selang,” lanjut dia.

Di RS Bethesda Selang, sang anak kemudian langsung ditangani oleh petugas. Sang anak lantas mendapatkan pengobatan dan juga diuap. Selang beberapa waktu kemudian, ia bisa bernafas lega lantaran keadaan anaknya sudah berangsur-angsur membaik.

“Alhamdulillah di Bethesda Selang anak saya sudah ditangani dengan baik, langsung bisa melek dan menangis. Pukul 04.00 WIB anak saya sudah bisa saya bawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Sementara itu, viralnya surat terbuka Lurah Kepek terkait dengan pelayanan di IGD RSUD Wonosari ditanggapi oleh jajaran menejemen RSUD Wonosari. Direktur RSUD Wonosari dr.Heru Sulistyowati, spA menyebut bahwa peristiwa tersebut lantaran adanya miss dalam berkomunikasi yang dilakukan oleh jajarannya.

Berita Lainnya  Terlalu Tipis, Penggunaan Masker Scuba Kurang Disarankan

“Memang ada kejadian tersebut tadi malam. Sebenarnya ada dua dokter jaga, yang satu dokter penanggungjawab dan yang satu dokter intership yang sedang magang selama 6 bulan di rumah sakit,” kata dr Heru Sulistyowati.

Heru mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika pasien atas nama Safira yang merupakan anak Lurah Kepek, Bambang Setiawan diantar menggunakan mobil oleh orang tuanya. Secara prosedur, pasien dengan keluhan sesak nafas semacam ini, harus melakukan rapid antigen.

Adanya kebijakan tersebut dikarenakan ada beberapa kasus pasien yang sesak nafas kemudian di test antigen hasilnya positif Covid-19. Adapun saat itu pasien masih di dalam mobil dan pihak keluarga menginginkan untuk diberikan pertolongan terlebih dahulu.

“Memang benar dokter intership kami yang berjaga tadi malam yang memberikan arahan untuk ke poliklinik lain jika keluarga tidak berkenan untuk mengikuti prosedur swab terlebih dahulu. Saat hendak diperiksa keluar, pihak keluarga pasien sudah meninggalkan IGD,” jelasnya.

Heru menyadari jajarannya memang kurang bisa berkomunikasi dengan baik, sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap pasien. Apa yang terjadi saat ini akan menjadi evaluasi terhadap pihak menajemen RSUD Wonosari.

“Yang bersangkutan telah kami lakukan pembinaan, kemudian terkait dengan sanksi atas pelanggaran ini, kami akan mengikuti prosedur yang ada dan pastinya kami akan melihat regulasi-regulasi yang ada juga,” tutur Heru.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler