fbpx
Connect with us

Hukum

Dugaan Makelar dan Aliran Uang Dalam Proyek TIK Puluhan Miliar, Kejari Panggil Pejabat Dinas Pendidikan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Proyek pengadaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan berpotensi menuai masalah. Proyek dengan nilai puluhan miliar ini tengah diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Penyidik dari Kejari mengendus adanya potensi pengaturan hingga rumor aliran uang. Saat ini, sudah ada pejabat dari Disdik Gunungkidul yang dipanggil untuk diperiksa.

Kasi Pidsus Kejari Gunungkidul, Andy Nugraha membenarkan perihal adanya penyelidikan awal yang dilakukan oleh jajarannya terkait dengan proyek pengadaan peralatan TIK untuk SD-SD yang ada di Gunungkidul. Adapun menurut Andi, untuk proyek ini, Pemkab Gunungkidul sendiri menggelontorkan anggaran hingga nyaris 22 miliar.

“Untuk nilai proyeknya 21 koma sekian, hampir 22 miliar untuk pengadaan chrome book, proyektor, hingga wifi router,” terang Andy, Senin (31/05/2022) siang.

Ditambahkannya, penyelidikan atas kasus ini sendiri berawal dari laporan dari masyarakat yang menduga kuat adanya pengaturan pemenang serta pelanggaran prosedur dalam proyek ini. Hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Seksi Pidsus Kejari Gunungkidul dengan melakukan penelaahan awal. Pihak Kejari sendiri juga sudah memanggil salah seorang pejabat di Disdik Gunungkidul untuk dimintai keterangan.

“Untuk siapa yang sudah kita panggil, tidak usah lah saya sebutkan. Nanti kita juga akan penggil beberapa pihak lain yang juga disebutkan oleh pejabat tersebut ketika kami periksa,” lanjutnya.

Untuk menentukan apakah ada pelanggaran dalam kasus ini, Andy menyebut bahwa pihaknya tengah mempelajari proses E-Katalog yang diselenggarakan oleh Disdik hingga penentuan pemenang. Hal ini berkaitan dengan para peserta yang mencapai puluhan, pengajuan harga, hingga dalam negoisasi harga dari peralatan elektronik ini.

Berita Lainnya  Meski Masih Kategori Ringan, Aliran Sungai di Kawasan Kota Paling Tercemar di Gunungkidul

“Kalau dari laporan yang kami terima, ada dugaan pengaturan pemenang dan harga barang yang kemahalan,” papar dia.

Adapun proses penyelidikan ini sendiri akan dilanjutkan dalam waktu dekat. Diakuinya, proses yang telah berlangsung sebelumnya sempat tertunda oleh momen libur lebaran. Andy sendiri memastikan bahwa proses penyelidikan akan dilanjutkan. Dalam rapat evaluasi yang telah dilakukan berdasarkan data-data awal yang didapatkan, sudah diputuskan untuk melakukan pendalaman lanjutan.

“Nanti selain diperiksa pihak-pihak yang berkaitan dengan proses e katalog ini, juga dokumen-dokumen terkait, semisal dokumen kontrak dan penawaran maupun lainnya juga akan kita minta,” terangnya.

Disinggung mengenai rumor adanya cashback dalam proyek ini yang mencapai miliaran rupiah, Andy tak menampik adanya isu ini. Berdasarkan laporan yang ia terima, memang ada kabar santer yang berhembus perihal cashback ini. Ia menyebut bahwa penelusuran mengenai rumor cashback ini akan menjadi salah satu prioritas dari penyelidikan yang dilakukan pihaknya.

Berita Lainnya  Hampir Setahun Buka Praktik, Dokter Gadungan Dibekuk Polisi

“Termasuk juga nantinya aliran uangnya bagaimana, ke siapa saja, apakah ada makelar proyeknya. Kita tunggu saja nanti perkembangan penyelidikan yang kami lakukan,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler