Pemerintahan
Enam Sapi Suspect PMK, Pasar Siyono Ditutup Hingga Masyarakat Diminta Tak Panik
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menyusul adanya temuan sejumlah hewan ternak yang terindikasi terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masuk ke Gunungkidul, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul meminta masyarakat agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah sendiri telah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Termasuk diantaranya penutupan Pasar Hewan Siyono.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, ada 6 ternak jenis sapi yang telah ditetapkan sebagai suspect PMK. Berdasarkan pengamatan dan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh petugas, 6 sapi ini berciri-ciri mengeluarkan air liur yang banyak, air liurnya menggantung hingga sapi mengalami luka menyerupai sariawan pada bagian mulutnya.
“Kemudian suhu badan 6 ekor sapi juga melampaui batas normal. Masih kami lakukan pendalaman terkait dengan temuan ini,” kata Wibawanti, Senin (30/05/2022).
Saat ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sendiri tengah melaksanakan koordinasi dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates. Sampel yang diambil oleh petugas kesehatan telah dikirimkan ke balai tersebut untuk dilakukan pengujian. Sembari menunggu hasil uji laboratorium, pemerintah juga telah melakukan penanganan pada sapi yang suspek PMK ini.
“Kita obati dulu dan dilakukan pemantauan kondisi kesehatan sapi tersebut bagaimana,” terang dia.

Selain penanganan, petugas juga melakukan penelusuran terkait dengan asal sapi dan bagaimana riwayat sapi tersebut. Sebab bedasarkan pengakuan pemilik, sapi-sapi ini hanya berasal dari lokal dan bukan didatangkan dari luar daerah.
Adanya temuan ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk mengambil langkah antisipatif dan lainnya. Hasilnya, pemerintah sepakat untuk melakukan penutupan Pasar Hewan sementara waktu.
“Hasil koordinasi dengan Dinas Perdagangan mengerucut pada penutupan pasar hewan Siyono yang diputuskan untuk ditutup 2 minggu ke depan. Tadi para pedagang sudah mendapatkan informasi karena diumumkan di pasar atas temuan ini,” papar Wibawanti.
Ia menambahkan, PMK sebetulnya bisa disembuhkan melalui pengobatan yang teratur. Menindaklanjuti indikasi hewan ternak terinfeksi PMK, selain penutupan pasar hewan oleh Dinas Perdagangan pihaknya juga akan mengambil sampel hewan ternak yang mengalami gejala PMK.
“Kita kan lapor di Sistem Informasi Kesehatan Hewan, nanti ada petugas yang akan mengambil sampelnya. Mungkin karena kemarin hari libur jadi belum diambil sampelnya,” ucapnya saat ditemui.
Menurutnya, yang menjadi kekhawatiran ialah cepatnya penularan virus PMK yang dapat menyebar melalui udara. Sehingga perlu melakukan upaya disinfektan baik terhadap hewan ternak, pasar hewan, ataupun petugas yang memeriksa. Namun demikian, PMK sendiri bisa disembuhkan melalui pengobatan rutin setiap dua atau tiga hari sekali.
“Sebenarnya tingkat kematian PMK ini hanya 5% saja,” imbuhnya.
Ia menambahkan, jika PMK ini harus disikapi dengan tenang dan tidak perlu khawatir yang berlebih. PMK memang berdampak buruk bagi kesehatan hewan khususnya pada bagian mulut dan kuku. Ketika terkena PMK, hewan ternak akan kehilangan nafsu makan karena mulutnya terganggu. Sedangkan ketika menyerang kuku, hewan ternak sulit untuk berdiri dan dianggap cacat.
“Yang bikin kerugian itu kan kalau tidak mau makan hewan ternaknya jadi kurus, jadi harganya kan turun. Kalau terkena kukunya jadi tidak bisa berdiri, jadi biasanya lebih pilih untuk disembelih,” terangnya.
Daging sapi yang terinfeksi PMK juga aman dikonsumsi oleh manusia, virus PMK akan mati jika daging sapi dimasak pada suhu minimal 60 derajat celcius. Ia berharap agar peternak dapat menjaga kebersihan kandang lantaran virus PMK lebih awet saat berada di tempat yang lembab.
“Kita harus protektif terhadap kesehatan kandang, kalau bisa dua atau tiga hari disemprot disinfektan,” tutup Wibawanti.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
