fbpx
Connect with us

Sosial

Dukungan Untuk Petugas Medis Terus Mengalir di Tengah Kelangkaan APD

Published

on

Karangmojo,(pidjar.com)–Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis saat ini menjadi barang yang sangat langka. Jika pun ada, harga piranti ini menjadi sangat mahal, dalam artian, jauh lebih tinggi dari situasi normal.

APD ini sebenarnya menjadi salah satu piranti yang mutlak dipergunakan, khususnya untuk para tenaga kesehatan. Di tengah situasi pandemi seperti yang sekarang ini terjadi, resiko para petugas medis yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan memang menjadi sangat besar. Saat ini, telah cukup banyak para tenaga medis, baik dokter maupun perawat yang meninggal dunia akibat tertular covid 19.

Sebagai langkah perlindungan kepada para tenaga medis, pengadaan APD saat ini tengah menjadi salah satu langkah utama yang dilakukan. Selain pemerintah, sejumlah pihak juga berupaya membantu pengadaan APD bagi tenaga medis.

Pada Senin (06/04/2020) kemarin, salah seorang tokoh masyarakat Gunungkidul, Benyamin Sudarmaji, memberikan bantuan APD ke sejumlah rumah sakit di Gunungkidul.

Kepada pidjar.com, Benyamin mengatakan, dalam kesempatan kali ini dirinya memberikan bantuan APD berupa baju dan sarung tangan untuk tenaga medis di RS Panti Rahayu Kelor. Memang diakuinya, pada tahap awal ini, jumlah yang diberikan tidaklah banyak. Hal ini lantaran ada keterbatasan pihaknya dalam mencari penjual APD. Namun diharapkan, bantuan yang diberikan ini mampu sedikit membantu pasokan APD yang saat ini memang sulit untuk ditemukan.

“Kita juga berikan bantuan permakanan untuk perbaikan gizi. Kita ingin para tenaga medis dalam kondisi fit dan terjaga kesehatannya dalam menunaikan tugas berat seperti sekarang ini,” kata Benyamin saat memberikan bantuan ke RS Panti Rahayu, Senin (06/04/2020).

RS Panti Rahayu sendiri merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Gunungkidul. Sehingga, bagi rumah sakit ini, kebutuhan APD saat ini sangat penting sekali keberadaanya. Namun begitu, Benyamin bersama Bakmi Jawa akan membagikan paket serupa ke 4 rumah sakit yang ada di Gunungkidul.

“Nanti juga ke Pelita Husada, PKU, Bethesda, Nur Rohmah,” kata dia.

Dirinya berharap, apa yang diberikan ini berguna bagi ketugasan medis. Sehingga petugas dapat bekerja secara maksimal dan tentunya penuh semangat dan cinta kasih dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Namun yang terpenting, dalam hal ini, keselamatan para petugas medis tetap menjadi yang utama.

“Tentu saya ucapkan terimakasih kepada petugas medis yang bekerja keras dalam memberikan pelayanan di tengah resiko besar. Pesan saya, tetap semangat dalam cinta kasih untuk memerangi corona ini,” ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty memaparkan, pihaknya telah mencairkan anggaran sebesar 4 miliar rupiah untuk penanganan pandemi corona. Beberapa waktu lalu, Dinas telah memproses dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk mendatangkan sejumlah barang.

“Sudah lumayan yang dikirim antara lain termogun, APD (coverall), masker, sarung tangan dan lainnya), spray can atau penyemprot, ada juga multivitamin dan lainnya,” ucap Dewi.

Ia menambahkan, barang yang dipesan tersebut tidak langsung semua dikirim kepada pihaknya. Sebab dari penyedia barang memang membatasi pembelian mengingat adanya permintaan yang sangat banyak.

“Sementara kita siapkan untuk 3 bulan ke depan. Bisa berubah sesuai perkembangan situasi. Untuk saat ini insyaallah aman,” terang dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler