fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Ribuan UMKM Gunungkidul Diusulkan Untuk Dapat Bantuan Senilai 1,2 Juta

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Pandemi covid19 telah berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di masyarakat, khususnya usaha kecil dan menengah. Padahal, sektor usaha kecil dan menengah merupakan bagian penting dalam denyut perekonomian di level akar rumput. Di Gunungkidul sendiri, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi penyumbang lapangan kerja terbesar.

Deraan pandemi yang telah terjadi sejak 1,5 tahun terakhir ini membuat sektor UMKM Gunungkidul runtuh. Banyak pengusaha yang melakukan rasionalisasi hingga sampai dalam taraf gulung tikar. Mengantisipasi situasi semakin memburuk bagi sektor UMKM ini, pemerintah telah mengatur beberapa skema agar para pelaku usaha dapat bertahan di tengah gelombang pandemi yang entah kapan akan berakhir. Salah satunya ialah melalui Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM). Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri telah mengusulkan sebanyak 4.064 UMKM agar mendapatkan stimulan bantuan tersebut.

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Gunungkidul, Sih Supriyana, mengungkapkan, besaran BPUM tahun 2021 memang tak sebesar tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya nominal BPUM sebesar Rp. 2,4 juta. Namun pada tahun ini dipotong 50% dan hanya menjadi Rp. 1,2 juta.

“Para pelaku usaha yang belum mendapatkan BPUM pada tahun sebelumnya lebih diprioritaskan untuk memperoleh BPUM 2021. Sesuai instruksi kementerian, sasaran penerima BPUM ialah pelaku usaha mikro,” jelasnya, Selasa (28/07/2021).

Seperti sebelumnya, BPUM diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pelaku uasaha agar kembali mendenyutkan perekonomian di masyarakat. Selain itu, bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu permodalan para pelaku usaha mikro yang terdampak covid19.

“Kalau harapannya, bantuan ini bisa merata bagi para pelaku UMKM di Gunungkidul,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Seksi Promosi dan Pemasaran Dinkop UMKM Gunungkidul, Riyanto, menambahkan, pihaknya telah memverifikasi sebanyak 4.064 UMKM yang telah diusulkan untuk mendapat BPUM. Ia merinci jumlah usulan tersebut dilakukan dalam dua gelombang, pada bulan April 2021 terdapat usulan sebanyak 3.111 usaha mikro, dan bulan Mei hingga Juni terdapat usulan 954 usaha mikro.

“Kami hanya mengusulkan saja, tidak menyalurkan. Harapannya 4.064 usaha mikro yang diusulkan semuanya bisa lolos dan bisa memperoleh BPUM,” ujar Riyanto.

Di sisi lain, dua orang pelaku usaha, Rian Andriyanto dan Danang Catur yang mempunyai usaha bidang bidang konveksi di Kapanewon Karangmojo mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Padahal, dirinya sudah mengikuti alur pendaftaran beserta berbagai macam persyaratan yang diperlukan sejak tahun lalu.

“Saya sudah mendaftar dari tahun lalu, mas. Tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan dapat BPUM,” ucap Rian.

Ia telah menjalani usahanya tersebut sejak 2018. Semenjak pandemi, usaha yang dijalaninya mulai terganggu, bahkan beberapa pesanan yang masuk sempat dibatalkan oleh pemesan.

“Sekarang praktis hanya mengandalkan pemasaran online lewat ig @vulgaris_surplus mas. Harapannya bisa dapat bantuan untuk belanja kebutuhan usaha,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler