Connect with us

Pemerintahan

Empat Lumbung Dibangun Tahun Ini, Untuk Cadangan Pangan dan Ajari Petani Berbisnis

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam rangka menciptakan ketahanan pangan di masyarakat, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul membangun lumbung pangan masyarakat. Sejauh ini sudah ada dua lumbung pangan yang telah direalisasikan pembangunannya. Sedangkan dua tempat lainnya akan segera dibangun pada tahun 2022 ini. Dengan adanya lumbung pangan ini, nantinya selain berfungsi sebagai cadangan pangan juga untuk melatih para petani belajar berbisnis.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, HK Adinoto menyampaikan, lumbung pangan masyarakat merupakan amanah dari Undang-Undang nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Menurutnya, cadangan pangan masyarakat harus difasilitasi dan didukung oleh pemerintah. Di Gunungkidul sendiri, saat ini telah ada dua lumbung pangan masyarakat yang sudah dibangun.

Berita Lainnya  Megahnya Purbosari Ngabuburit, Warga Sulap Jalanan Jadi Stand Bazaar Makanan Berbuka Puasa

“Kalau secara umum cadangan pangan masyarakat itu ada tiga, pertama cadangan pemerintah pusat kemudian kedua cadangan pangan daerah dan ketiga cadangan pangan masyarakat. Nah lumbung pangan masyarakat ini didukung melalui Dana Alokasi Khusus Pertanian,” ucap Adinoto, Selasa (28/06/2022).

Ia menjelaskan jika salah satu tujuan utama adanya lumbung pangan masyarakat adalah untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana alam. Ketika lumbung sudah dibangun, maka akselerasi bantuan pangan yang memang sangat krusial akan lebih cepat didistribusikan. Selain itu, lumbung pangan juga sebagai media petani untuk belajar berbisnis. Nantinya dengan konsep seperti ini, diharapkan para petani akan lebih sejahtera.

“Kalau di sini kan misal ada gempa, tsunami, banjir, kekeringan, dan lainnya, untuk maksud distribusi bantuan lebih cepat, tidak harus menunggu dari pemerintah pusat,” tutur dia.

Ditambahkan Adinoto, dalam pengelolaan lumbung pangan masyarakat, nantinya akan dikelola oleh gabungan kelompok tani di tingkat Kalurahan. Pengelola akan membeli gabah hasil panen petani dan menyimpan serta menjualnya kembali dalam bentuk beras. Menurutnya, kebanyakan petani di Gunungkidul sendiri memang masih memilih untuk menyimpan hasil panen di rumahnya daripada menjual sebagian hasilnya.

Berita Lainnya  Fenomena Mabuk Menggunakan Air Rebusan Pembalut Mulai Marak di Berbagai Daerah, Ini Kata Polisi dan Dinas Kesehatan

“Ketika lama disimpan itu sebenarnya terjadi penurunan kualitas atau mutu berasnya, misalnya saat digiling itu mudah hancur. Ketika dibangun lumbung itu minimal 20% hasil dari petani diisi di lumbung itu,” jelasnya.

Saat ini, empat Kapanewon yang sudah maupun akan memiliki lumbung pangan ialah Kapanewon Semin, Kapanewon Ponjong, Kapanewon Karangmojo, dan Kapanewon Paliyan. Ia berharap adanya lumbung pangan dapat berdampak baik bagi petani, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan pembelajaran berbisnis bagi para petani.

“Itu yang sudah dibangun dua tempat, dua lainnya dibangun tahun ini,” ujarnya.

“Untuk bantuan lumbung pangan nanti ada pembangunan gudang, alat pengolah gabah menjadi beras, dan pembuatan lantai jemur. Kalau tahun depan kurang tahu apakah akan ada bantuan serupa, sejauh ini belum ada informasi lagi,” tutup Adinoto.

Berita Lainnya  Menapaki Penjarahan Gunung Sewu, Perusakan Karst Atas Nama Industri

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler