fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kebelet Nyaleg, 2 Kepala Dinas Resmi Ajukan Surat Pengunduran Diri ke Bupati

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Menjelang prosesi Pemilu 2019 mendatang, tiga orang pejabat aktif di lingkungan Pemkab Gunungkidul secara resmi telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Bupati. Meskipun dalam surat tersebut tidak dilampiri alasan yang cukup jelas, diduga, pengunduran diri ini diambil lantaran para pejabat tersebut hendak maju mencalonkan diri menjadi calon legislatif pada Pemilu 2019 mendatang.

Informasi yang berhasil dihimpun, ketiga orang pejabat teras yang telah mengajukan pengunduran diri itu adalah Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Tommy Harahap; Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Supartono, serta satu orang pejabat eselon dari Kecamatan Girisubo.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Sigit Purwanto membenarkan telah masuknya surat pengunduran diri dari tiga orang pejabat di lingkungan Pemkab Gunungkidul.

"Secara resmi mereka sudah mengirim surat kepada ibu (Bupati)," kata Sigit, Rabu (25/04/2018) siang.

Dikatakan Sigit, satu surat pengunduran tersebut telah diberikan bupati kepada BKPPD untuk dilakukan pemrosesan. Sedangkan dua lainnya masih dalam tahap pertimbangan.

"Satu sudah di setujui bupati dan saat ini sedang kita proses," imbuh dia.

Sigit menjelaskan, dari ketiga surat tersebut sampai saat ini belum dilampirkan secara resmi alasan mereka mundur. Ketika disinggung mengenai adanya peluang kemungkinan alasan untuk syarat pencalonan menjadi calon legislatif, Sigit enggan berkomentar banyak.

"Kami tidak bisa menyampaikan itu. Tapi kalau di luar ada isu mereka mau maju ya itu bisa jadi," lanjut dia.

Ditambahkan Sigit, sampai saat ini pihaknya belum menemukan atau pun mendapat informasi adanya gerakan politik yang dilakukan oleh ketiga orang tersebut yang masih menjabat. Namun dengan tegas disebut bahwa selama masih berstatus PNS, tidak ada yang boleh melakukan aktifitas kampanye atau hal berbau politik.

"PNS harus netral. Selama belum mundur tidak boleh ikut campur dulu," terang Sigit.

Selama ini dikatakan Sigit, ketiga pejabat yang mengajukan pengunduran diri itu tidak memiliki catatan buruk semasa kerjanya. Namun demikian, pengunduran diri pun harus dipertimbangkan secara matang dan tidak bisa diberikan begitu saja.

"Pengunduran diri sebelum 1 Mei besok masih kita yang rekomendasikan. Tapi kalau lewat dari itu, kita harus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN)," lanjut dia.

Disinggung mengenai kekosongan kursi yang akan ditinggalkan oleh ketiga pejabat jika permohonan pengunduran diri diproses, Sigit masih enggan berkomentar banyak. Namun jika pun nantinya semua disetujui, sepenuhnya kewenangan ada di Bupati.

"Nanti dulu, mereka kan belum mundur, masih aktif. Kalau teknisnya mau pergeseran kursi atau lelang jabatan nanti biar ibu," pungkas dia.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Disnakertrans Gunungkidul Tommy Harahap membenarkan perihal pengajuan pengunduran diri yang dilakukannya. Secara terang-terangan bahkan ia memaparkan bahwa pengunduran dirinya tersebut memang berkaitan dengan Pemilu 2019.

“Iya memang mau nyalon,” kata Tommy.

Meski begitu, ketika disinggung mengenai akan berlabuh di partai apa, Tommy enggan memaparkan lebih lanjut. Ia justru lebih bersemangat menjelaskan alasannya maju ke legislatif lantaran ingin memperjuangkan Gunungkidul di tingkat provinsi. Selama ini ia melihat banyak masalah di Gunungkidul yang tak kunjung terselesaikan lantaran terganjal di tingkat provinsi. Dengan maju menjadi anggota DPRD DIY itu, ia berharap nantinya bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada seperti di sektor pertambangan yang memang menjadi kewenangan provinsi.

“Daripada saya harus nganggur 5 tahun setelah pensiun, lebih baik pensiun sekarang,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler