fbpx
Connect with us

Info Ringan

Enam Tips Mengelola Keuangan Bagi Generasi Sandwich

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar.com)–Memang uang bukan segalanya, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup, kita tetap memerlukan dana yang cukup. Belum lagi jika kamu ternyata masuk dalam sandwich generation yang harus menanggung biaya hidup keluarga. Bagaimana cara memutus rantai jebakan tersebut? Sebagian besar orang yang sedang berada pada usia produktif ini biasanya harus menanggung biaya hidup anak-anak sekaligus orang tuanya yang tak lagi produktif. Bahkan ada juga yang harus menanggung kehidupan keluarga lainnya seperti adik/kakak, paman/bibi, dan kerabat lainnya.

Lalu bagaimana cara memutus rantai jebakan tersebut, agar anak juga tak jadi pewaris sandwich generation? Langkah awal yang bisa dilakukan, adalah mulai perubahan dari diri kamu sendiri. Coba lakukan enam hal ini dilansir dari ilovelife.

Catat Pengelolaan Keuangan Saat Ini

Berita Lainnya  Lima Bahan Pengganti Gula

Catat secara rinci berapa pemasukan dan pengeluaran yang kamu miliki setiap bulannya. Catat juga tanggungan bulanan terhadap orang lain yang kamu miliki. Ini penting untuk bisa memetakan masalah keuanganmu dan mencari solusinya.

Buat Rencana Keuangan

Setelah itu kamu bisa mulai membuat rencana keuangan. Apakah masih ada yang bisa dihemat? Jika sudah minus, bagaimana cara menambah penghasilan? Berapa besar dana yang diperlukan untuk membuat arus kas bulananmu positif? Cobalah membuat rencana keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang, serta menentukan pos-pos pengeluaran secara rinci.

Berbagi Beban

Memenuhi kebutuhan hidupmu, pasangan, dan anak-anak saja bukan hal yang mudah. Apalagi jika ditambah menanggung beban keuangan orang tuamu dan keluarga lainnya. Jika kamu memiliki saudara, cobalah komunikasikan masalah ini dengan mereka. Apakah bisa berbagi beban bersama mereka untuk menanggungnya? Apa yang bisa dilakukan bersama untuk mengatasi masalah ini?

Berita Lainnya  Enam Anime Bertema Musik

Tunda Utang

Cobalah untuk tunda mengajukan pinjaman untuk hal-hal yang konsumtif, karena masalah bisa bertambah dengan adanya potensi lilitan utang, apalagi jika jumlahnya besar dan jangka panjang. Ini bisa menjadi beban atau ‘warisan’ bagi generasi selanjutnya. Namun, beda hal jika kamu ingin mengajukan utang produktif untuk mengembangkan usaha lain demi menambah pemasukan.

Sisihkan Dana untuk Tabungan dan Dana Darurat

Saat kebutuhan primer, kamu bisa mulai mengalokasikan sebagian dana untuk menabung dan dana darurat. Kamu perlu mengalokasikan minimal 3-6 kali pengeluaran bulananmu sebagai dana darurat. Ini penting dipenuhi sebelum melakukan investasi agar jika ada situasi darurat maka kamu mengambilnya dari pos ini. Tidak lagi mengotak-atik anggaran investasi.

Berita Lainnya  Resep Selai Nanas Untuk Roti Tawar

Mulai Berinvestasi

Selanjutnya adalah investasi. Sisihkanlah sebagian danamu untuk berinvestasi sebagai penunjang keuangan di masa depan. Saat ini berinvestasi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja karena sudah banyak yang menawarkan fasilitas online. Kamu juga bisa memulai dengan dana yang tak terlalu besar, misalnya dari Rp100.000. Namun, kamu perlu paham dulu instrumen investasi yang kamu pilih, sesuaikan juga dengan profil risikomu, dan carilah institusi yang terpercaya. Yang namanya investasi juga tak terlepas dari risiko, tetapi jangan sampai kamu terjebak dengan investasi bodong yang justru akan membuatmu lebih sengsara.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler