Sosial
Fasilitas Tak Lengkap dan Banyak Kerusakan, Direktur Akui RSUD Saptosasi Belum Siap Jadi Lokasi Isolasi
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–RSUD Saptosari terkesan dipaksakan sebagai tempat isolasi sejumlah warga Wonosari yang positif rapid test. Hal tersebut dikarenakan belum adanya fasilitas memadai yang digunakan sebagai ruang isolasi.
Direktur RSUD Saptosari mengatakan, dr. Eko mengakui, penggunaan RSUD Saptosari ini memang dipaksakan untuk digunakan. Hal ini lantaran, masih ada sejumlah fasilitas yang belum siap.
Ia menjelaskan, penggunaan rumah sakit tipe c ini sebagai tempat isolasi bermula dari adanya penolakan warga Baleharjo terkait penggunaan Gedung Kesenian sebagai tempat isolasi sejumlah warga. Oleh karena itu, kemudian RSUD Saptosari lah yang kemudian digunakan.
“Saat ini total ada 21 orang yang positif rapid test yang diisolasi di RSUD Saptosari. Sebagian dari mereka sudah dilakukan swab,” kata Eko, Jumat (01/05/2020).
Ia mengatakan, ke 21 orang tersebut ditempatkan di dalam 7 ruangan. Sehingga kemudian, satu kamar terpaksa diisi lebih dari dua orang. Meski demikian, dalam pengisolasian ini, pihak RSUD Saptosari tetap memberlakukan aturan social maupun phisycal distancing kepada mereka yang diisolasi. Para warga yang diisolasi ini juga dibatasi dalam pergerakannya.

“Karena ruangan memang belum memungkinkan. Kalau ruangan lainnya itu panas sekali jika di dipaksakan 1 kamar 1 orang. Sebenarnya ini juga belum standar,” imbuh dia.
Hal ini tentu erat kaitannya dengan belum sempurnanya bangunan RSUD Saptosari. Selain adanya kesalahan pembangunan ruangan sehingga terpapar langsung sinar matahari, Eko menjelaskan sejumlah bangunan juga nampak kurang sempurna.
“Di ruang IGD depan itu kalau hujan bocor, sangat bocor. Bagian atap juga ada yang rusak, bisa dilihat seperti ini,” ungkap dia sembari menunjukan bangunan yang kurang sempurna.

Selain dari segi fisik, saat ini pihaknya juga terkendala tenaga medis yang sangat minim. Selain itu, terkait permakanan bagi para warga yang diisolasi juga menjadi kendala lainnya.
“Permakanan yang standar itu adanya di Wonosari (karena ada persyaratan khusus). Kita harus ke sana membelinya,” paparnya.
Selain itu, jumlah alat pelindung diri (APD) saat ini yang ada juga sudah mulai menipis. Sedangkan aktifitas yang wajib menggunakan APD ketika berinteraksi dengan warga yang diisolasi terus dilakukan.
“APD sudah menipis, sebenarnya kalau bisa memilih, mereka ini lebih enak isolasi mandiri di rumah. Karena juga kasihan dengan fasilitas yang ada saat ini. Meski kami juga diberi anggaran untuk terus melakukan perbaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno dalam kunjungannya ke RSUD Saptosari mendapati banyak hal yang jauh dari kata siap berkaitan dengan penggunaan RSUD Saptosari untuk lokasi isolasi warga yang rapid testnya reaktif. Dirinya juga secara langsung bertemu dengan para orang yang dinyatakan positif rapid test untuk melihat kondisi mereka.
“Tadi saya ke dalam, melihat secara langsung kondisi mereka. Kenyataannya, RSUD Saptosari ini masih bermasalah dan saya nilai belum siap digunakan,” papar Suharno.
Ia menyoroti juga terkait dengan penggabungan beberapa orang dalam satu ruangan yang dinilai mengkhawatirkan. Selain itu di sana juga belum ada fasilitas hiburan, alat mandi serta tempat minum secara pribadi.
“Kita harapkan ada sabun, handuk, dispenser itu satu-satu, agar mereka lebih tenang dalam penggunaannya. Juga harus ada TV agar mereka punya hiburan biar hatinya senang, tidak susah,” urainya.
Dirinya berharap, perlu adanya pembahasan lebih lanjut terkait sejumlah temuan yang ia peroleh saat melakukan kunjungan ini. Menurutnya, perbaikan RSUD Saptosari terutama dalam penanganan covid-19 ini harus dilakukan sesegera mungkin.
“Harus cepat, supaya para warga yang diisolasi bukan justru tertekan,” tandasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
