Sosial
Ribuan Tenaga Kerja di Gunungkidul Dirumahkan, Ini Sikap SPSI
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hari ini, Jumat (01/05/2020) bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Pada hari ini, lazim kita lihat para buruh menggelar aksi untuk memperjuangkan taraf hidup mereka. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hari buruh tahun ini menjadi tantangan yang cukup berat.
Di tengah Pandemi Covid19, ribuan buruh khususnya di Kabupaten Gunungkidul terpaksa dirumahkan. Lima diantaranya bahkan harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sedikitnya, 36 perusahaan besar di Gunungkidul yang terdampak wabah ini sehingga tidak bisa melangsungkan proses produksi.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul, Agus Santosa menuturkan, adanya pukulan telak di sektor industri ini merupakan kenyataan terpahit bagi para pekerja. Dikatakan Agus, saat ini ada sangat banyak anggotanya yang kehilangan penghasilan karena kebijakan perumahan hingga pemutusan hubungan kerja. Namun demikian, pihaknya akan patuh terhadap keputusan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Virus Covid19.
“Kami akan mematuhi pemerintah, juga patuh keputusan perusahaan,” ujarnya, Jumat siang.
Sejauh ini, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap pekerja yang terpaksa dirumahkan. Ke depan, jika kebijakan Darurat Kesehatan Nasional ini berakhir, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melaksanakan koordinasi terhadap pemerintah dan perusahaan.

“Kebijakan merumahkan pekerja harus disertai dengan bentuk tertulis, kami sudah sampaikan kepada pengusaha. Kebijakan berkaitan dengan Covid19 ini kami harapkan diputuskan dengan hati nurani,” jelas Agus.
Dengan demikian, apabila administrasi jelas maka ketika darurat kesehatan berakhir, dimungkinkan para pekerja kembali dipanggil kembali untuk bisa bekerja. Sehingga dirumahkannya para pekerja ini tidak berakhir dengan gejolak.
“Harus jelas, pengusaha masih memiliki tanggungjawab untuk memanggil kembali para pekerja yang dirumahkan apabila kondisi membaik,” imbuhnya.
Agus mengaku, pekerja kini berusaha konsisten menyesuaikan kondisi perekonomian yang tengah lesu. Pihaknya mengaku rasional dalam berfikir yang mana semua lini terdampak Covid19.
Saat disinggung berkaitan dengan Tunjangan Hari Raya, Agus berharap perusahaan tetap memenuhi kewajiban tersebut. Ia sendiri tidak mematok nominalnya.
“Kami harap THR tetap ada walaupun tidak seberapa nominal dan bentuknya, karena hak dan kewajiban,” tandas Agus.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
