fbpx
Connect with us

Sosial

Fasilitasi Gotong Royong Semprot Disinfektan, Keluarga Ini Beli 3 Mobil Anyar dan Peralatannya

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 di Gunungkidul tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Namun masyarakat secara mandiri juga bahu membahu dalam usahanya menangkal virus berbahaya ini. Tak hanya sekedar tenaga saja dengan bergotong royong, namun ada pula yang dengan ikhlas merogoh kocek pribadi.

Di Padukuhan Kepek 1, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, ada satu keluarga yang sengaja menyediakan tiga unit mobil beserta mesin pompa penyemprot desinfektan untuk digunakan masyarakat. Tak hanya sekedar alat penyemprot disinfektan saja namun keluarga tersebut juga menyediakan dua unit alat foging yang disiapkan untuk memerangi penyakit DBD yang saat ini juga tengah marak di Gunungkidul. Hal tersebut juga didukung oleh masyarakat setempat dengan sukarela menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk menjadi relawan aksi kemanusiaan. Sebuah upaya mandiri yang tak main-main mengingat mobil yang disediakan tersebut adalah mobil-mobil anyar yang tentunya berharga hingga ratusan juta.

Berita Lainnya  Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Berlipat-lipat

Dukuh Kepek 1, Sukirno menuturkan, sejak beberapa waktu terakhir, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri. Penyemprotan sendiri bisa dilakukan secara sering lantaran pihaknya mendapatkan bantuan tiga armada untuk sarana penyemprotan disinfektan. Selain penyemprotan disinfektan, pihaknya juga melakukan fogging mandiri lantaran juga mendapatkan bantuan peralatan.

“Setiap dua hari sekali kami melakukan penyemprotan mandiri, dengan alat bantuan dari warga kami pak Agus Driyanto. Relawan yang melakukan penyemprotan pun tidak dibayar,” kata Sukirno, Kamis (09/04/2020).

Penyemprotan yang dilakukan sendiri tidak hanya sebatas wilayah padukuhan Kepek 1 saja. Akan tetapi juga menyasar dusun di wilayah lain d Gunungkidul. Hal ini karena tidak setiap dusun bisa dengan mudah mendapatkan desinfektan.

Berita Lainnya  Pelonggaran Dalam Instruksi Bupati, Kegiatan Ibadah Diperbolehkan

“Kami juga mengajak masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat, seperti mencuci tangan setelah melakukan aktifitas,” ucap Sukirno.

Tak hanya mencegah corona, saat ini relawan di wilayahnya juga tengah gencar memerangi demam berdarah. Untuk itu, selain pemeberantasan sarang nyamuk pihaknya juga melakukan aksi foging di sejumlah titik secara rutin.

“Kami relawan siap, kalau ada wilayah lain yang membutuhkan kami siap membantu penyemprotan,” tandasnya.

Sementara itu, kepada pidjar.com, Agus Driyanto mengatakan bahwa apa yang keluarganya berikan tersebut murni atas dasar rasa kemanusiaan. Dirinya juga enggan merinci berapa dana yang selama ini telah dikeluarkan untuk membeli kendaraan anyar beserta alat tersebut.

“Intinya saya hanya membantu, tidak ada tendensi apapun, tidak politik atau yang lainnya,” kata Agus.

Melihat fenomena banyaknya aksi memerangi covid-19 secara mandiri tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengapresiasi langkah yang dilakukan masyarakat baik di tingkat desa hingga padukuhan.

Berita Lainnya  Tombo Gelo Tak Kebagian, Warga Serbu Penjual Bakmi Jawa di Seputaran Kota Wonosari

“Saya melakukan kunjungan ke beberapa desa, dan mengapresiasi secara umum desa membuat posko mandiri dalam penanganan covid-19,” kata Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Dia mengatakan, secara mandiri masyarakat melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan hand sanitizer mandiri kepada warga. Mereka menyesuaikan dengan kondisi wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada warganya.

“Di Desa Putat (kecamatan Patuk) warga membuat radio komunitas untuk memberikan sosialisasi kepada warganya,” ucap Immawan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler