Sosial
Fenomena Mabuk Menggunakan Air Rebusan Pembalut Mulai Marak di Berbagai Daerah, Ini Kata Polisi dan Dinas Kesehatan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Belakangan ini netizen tengah dihebohkan dengan ngetrendnya perilaku ganjil yang dilakukan oleh berbagai kelompok remaja di berbagai daerah. Saat ini tengah marak cara mabuk dengan menggunakan pembalut wanita yang direbus kemudian airnya diminum. Cara mabuk yang ganjil ini ditemukan di sebagian wilayah Jawa Tengah dan telah merebak ke Jawa Barat serta Jakarta.
Sontak adanya kejadian ini menjadi perbincangan semua kalangan yang mendengar, melihat dan membaca pemberitaan di berbagai media massa. Menyikapi hal ini, tentu harus ada aksi nyata agar perkara semacam ini tidak merambah di wilayah Gunungkidul. Hal ini sangat harus diwaspadai mengingat cara mabuk semacam ini merupakan cara yang murah dan tentunya bakal banyak menarik perhatian. Berdasarkan kesaksian dari sejumlah pemuda yang sempat diamankan polisi, efek mabuk dari air rebusan pembalut wanita ini nyaris sama seperti efek yang ditimbulkan oleh narkotika jenis shabu.
Mengantisipasi hal ini, Satuan Resnarkoba Polres Gunungkidul segera melakukan pencegahan dan penyelidikan. Sejauh ini dikatakan Kasat Resnarkoba, AKP Tri Wibowo belum ditemukan tindakan menyimpang mabuk menggunakan air rebusan pembalut di Gunungkidul. Meski demikian hal semacam ini juga sangat perlu diwaspadai.
“Akan kami lakukan penyelidikan untuk di wilayah Gunungkidul ada indikasi hal semacam ini atau tidak,” ungkap AKP Tri Wibowo, Kamis (08/11/2018).
Penyelidikan yang dilakukan oleh polisi bukan hanya melakukan penelusuran ada atau tidaknya indikasi mabuk dengan pembalut perempuan. Namun juga perilaku menyimpang lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi kepolisian dalam menekan perilaku yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Merusak moral generasi. Hal semacam ini jangan sampai masuk di Gunungkidul. Kami juga terus berupaya melakukan sosilalisasi serta pendekatan untuk semua kalangan,” papar mantan Kapolsek Panggang itu.
Disinggung mengenai sanksi, dirinya mengutarakan jika ditemui tindak pidana dalam semua hal, pelaku tentu akan dijerat pasal sesuai dengan perundang-undangan yang diberlakukan. Sanksi yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat dan kategori penyimpangan yang dilakukan. Tentu akan ada penyelesaian hingga ke meja hijau.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati cukup terheran-heran dengan fenomena yang saat ini berkembang tersebut. Ia mengatakan bahwa mabuk menggunakan air rebusan pembalut perempuan sudah masuk dalam kategori permasalahan sosial. Di mana perilaku yang tidak wajar justru dilakukan oleh seseorang. Dari segi kesehatan tentu dapat menimbulkan efek-efek negatif dan tidak baik bagi kesehatan tubuh seseorang.
“Sejauh ini kami belum tahu seperti apa dan kandungannya bagaimana, bahannya dari apa,” kata Dewi Irawati.
Dewi memaparkan bahwa perlu adanya penelitian terlebih dahulu jika ingin mengetahui apa saja bahan yang terkandung sehingga menyebabkan hal-hal yang memabukkan tersebut. Koordinasi dengan peneliti dan beberapa jajaran juga sangat dibutuhkan. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tidak memiliki kewenangan, pasalnya tidak adanya tenaga ahli dan peralatan yang memadahi.
Sebagaimana diketahui, air rebusan pembalut dianggap oleh para pemuda yang melakukan tindakan penyimpang untuk memberikan efek fly layaknya mengkonsumsi sabu-sabu. Bahkan dampak fly yang diberikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mengkonsumsi obat-obatan lainnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized2 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
