Sosial
Gelar Event Skala Internasional, Ratusan Offroader Dari Berbagai Negara Bakal Cicipi Medan Ekstrim Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Letak geografis Gunungkidul yang berada di kawasan dataran tinggi menjadikan kabupaten ini memiliki sejumlah jalur yang cukup menantang dan patut untuk diuji oleh para penghobi olahraga ekstrem. Hal ini rupanya sangat membuat para penghobi wisata adrenalin sangat penasaran. Dalam waktu dekat Kabupaten Gunungkidul akan menjadi tuan rumah digelarnya event bergengsi acara Jogja Experience Jogjakarta Land Rover Community (JLRC). Rencananya, event ini akan berlangsung selama 3 hari.
Kegiatan ini sebenarnya tidak hanya sekedar menyalurkan hobi dan menjajal sejumlah track di kawasan Gunungkidul dari bagian barat, selatan dan utara melainkan juga akan menjadi sebuah ajang promosi pariwisata. Hal ini dikarenakan nantinya akan diselenggarakan selama kurang lebih 3 hari dan mengusung tema Nomadic Adventure di kawasan Geopark Gunungsewu.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata DIY, Ariya Nugrahadi kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selain untuk mempromosikan destinasi wisata khususnya Geopark juga sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat. Pasalnya perputaran uang di sejumlah titik tempat digelarnya event ini akan cukup signifikan.
“Akan diselenggarakan dari tanggal 27 Juni sampai 30 Juni 2019 ini. Inti dari acara ini, kami sebenarnya ingin memberikan semacam edukasi bagi masyarakat jika potensi alam ini luar biasa dimiliki Gunungkidul,” kata Ariya Nugrahadi, saat berada di kawasan pasar Digital Ngingrong, Selasa (25/06/2019).
Lebih lanjut ia memaparkan, event ini adalah event besar dengan skala internasional. Pasalnya, sebanyak 150 peserta yang akan hadir dan ikut dalam kegiatan ini berasal dari Singapura, Malaysia, kemudian Pekanbaru, Lampung, kawasan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan pastinya dari kawasan DIY pula. Adapun di sisi lain, dengan adanya kegiatan semacam ini juga untuk mengenalkan jika kawasan wisata di Gunungkidul tidak melulu menawarkan daya tarik yang sama.
Terdapat beberapa kawasan obyek wisata minat khusus yang dapat digunakan untuk camping dan menikmati suasana aktifitas transaksi layaknya di jaman dahulu.
Dengan adanya kegiatan ini juga diharapkan menjadi pembuka pandangan, di mana tidak masyarakat dan pemerintah harus berpikir luas. Jika saat ini pariwisata terus dikaitkan dengan bagaimana cara meningkatkan jumlah pengunjung, tapi juga diarahkan untuk merubah pemikiran jika pengalaman dan kesan sangatlah dibutuhkan.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kali keduanya diselenggarakan, setelah sebelumnya di kawasan Kulonprogo. Tentu kami harapkan bisa setiap tahun kami selenggarakan,” tuturnya.
Adapun nantinya yang akan dilewati oleh para penghobi mobil melewati jalur tak biasa ini di kawasan Ngingrong, Langgeran, Kali Oya dan di kawasan Embung Sriten. Beberapa kegiatan lain juga akan dilakukan dalam agenda ini.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, pemerintah kabupaten mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Jogja Experience #2nd “Nomadic Adventure Camp” yang diselenggarakan di sejumlah obyek wisata di Gunungkidul ini. Dengan kegiatan ini juga diharapkan sebagak ajang promosi wisata di Gununkidul.
“Mudah-mudahan lancar, kami cukup mengapresiasi,” kata Immawan.
Ketua Pelaksana Jogja Experience #2nd “Nomadic Adventure Camp”, Samuel Budi W mengungkapkan, acara camping di kawasan Lembah Ngingrong akan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan komunitas land rover di Indonesia. Kemudian para peserta akan melakukan eksplore di beberapa kawasan yang dimulai dari Watu Mabur di Bantul kemudian menuju kawasan wisata di Gunungkidul mulai dari Gunung Api Purba Nglanggeran, Embung Sriten.
“Selanjutnya menuju kawasan Telaga Jonge, Lembah Ngingrong hingga kawasan Pantai Jungwok. Selain eskplor wisata, para peserta juga akan diajak menginap dan mencicipi makanan dan minuman khas Gunungkidul,” kata Samuk.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
