Peristiwa
Warga Petir Rintis Pembuatan Biogas Berbahan Kotoran Ternak
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai penghasil ternak sapi terbesar di DIY. Namun demikian, pemanfaatan kotoran ternak tersebut masih hanya sebatas pupuk kandang. Padahal jika peternak mau mengolahnya dengan waktu yang agak lama, limbah tersebut bisa diubah menjadi biogas sebagai alternatif bahan bakar.
Seperti halnya di Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop. Tahun 2019 lalu, kalurahan ini sempat mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari LIPI dalam pengolahan kotoran ternak menjadi biogas. Saat itu, program tersebut sudah berjalan. Masyarakat setempat bisa memanfaatkan biogas yang diproduksi sebagai bahan bakar.
“Sudah pernah digunakan dan sangat membantu masyarakat. Dengan biogas masyarakat jadi lebih irit beli gas,” kata Lurah Petir, Sarju.
Seiring berjalannya waktu, alat yang dimiliki kurang maksimal sehingga perlu adanya pembaharuan. Dengan begitu masyarakat setempat kurang bisa menikmati biogas ini.
“Ini baru ada rencana mengenai dikembangkan lagi. Sehingga kedepan masyarakat bisa memanfaatkan dan mengembangkannya,” imbuh dia.

Peneliti Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI, Andi Febrisiantosa mengatakan kotoran ternak bisa dimanfaatkan untuk membuat biogas. Caranya cukup mudah, dari LIPI sendiri sudah pernah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok-kelompok tertentu di Gading, Bandung, Bejiharjo, dan Petir.
Adapun dalam pembuatannya cukup mudah dan tidak ada teknik khusus, hanya perlu pemahaman dalam proses pembuatan dan bahan bakunya.
“Hanya air dan kotoran ternak saja yang dicampur. Untuk perbandingannya bisa 1 takar kotoran ternak 1 takar air, atau 1 banding 2,” kata Andi.
Campuran kotoran ternak dan air itu didiamkan selama 14 sampai 21 hari lamanya di tempat yang kedap udara. Barulah dari situ gas yang dihasilkan disalurkan pada pipa dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
“Ampas kotoran juga masih bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Jadi ada dua kegunaannya yang dapat dirasakan secara langsung oleh peternak dan petani,” imbuh dia.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial1 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized4 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan6 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
